Mengenal allah SWT

Belum kenal allah atau belum tahu Allah SWT…?

Hakikat Tuhan (Allah SWT)

Allah SWT merupakan Dzat Maha Suci, sesembahan bagi seluruh mahluk dan atas kuasaNya lah semua itu menjadi ada.

Dzat Maha Suci merupakan sifat yang melekat dengan Allah SWT, dan suci itu bukan bentuk, bukan rupa, bukan warna. Suci itu merupakan sesuatu yang tidak bisa tercampuri dan dicampuri oleh suatu apapun jika bukan dengan suci itu sendiri. Jadi jika kita menginginkan untuk mengenal Allah SWT mendekat dan bersatu dengan Allah SWT maka kita harus berlaku suci dzohir dan batin.

Mengenal Allah SWT

Sesungguhnya apapun itu jika selain Allah SWT atau Dzat Maha Suci pasti akan mengalami yang namanya kehancuran, artinya semuanya itu memiliki batas kemampuan dan akan mengalami kehancuran termasuk bumi seisinya. Hanya Allah SWT yang memiliki kemampuan tanpa batas.

Jika kita masih suka menjadi terbatas yang artinya kita masih suka dengan prilaku kita yang membedakan, membatasi, mengkelompok-klompokkan dan semacamnya maka kita tidak akan bisa menemukan yang tanpa batas yaitu Allah SWT,

Firman Allah SWT:

Al-insanu sirri, wa ana sirruhu. ( manusia adalah rahasiaKU dan Aku adalah rahasianya )

Jadi cukup jelas bukan bahwa sebernarnya Allah SWT itu sangat dekat dengan kita, dan sangat menyayangi kita. Siang malam kita selalu berselimutkan kasih sayangnya dan apapun yang kita butuhkan selalu Dia berikan.

Allah SWT Itu Gaib

Diyakini ataupun tidak yang namanya Manusia itu terdiri dari dua unsur yaitu jasmani dan ruhani. Jasmani merupakan bagian unsur manusia yang dapat diketahui dengan panca indera, sedangkan ruhani adalah unsur halus yang panca indera tidak bisa menjangkaunya.

Jika kita masih bersandangkan raga/jasad kita tidak akan mampu berjumpa dengan  mengenal Allah SWT secara wujud karena raga kita tidak akan mampu menerima pancaran cahayaNya pastilah raga kita akan hancur terbakar.

Jika ingin bukti coba saja anda saksikan matahari beberapa menit lamanya, pasti mata kita akan terbakar dan hancur. Itu baru ciptaanNya apalagi kalau yang menciptakan.

Sifat-sifat Allah SWT

Allah SWT memiliki 20 sifat yang didalamnya mencakup tentang segalanya baik yang dzohir, batin, gaib, nyata. Dari kesemuanya itu sifat Allah SWT yang berwujud kasih sayanglah yang bisa menjembatani untuk sampainya semua mahluk ke asal usulnya “inna lillahi wa inna ilaihi raaji’uun”.

Allah SWT bertajalli dan tajalli Allah SWT adalah nur Muhammad, nur muhammad inilah kekasih tuhan yang merupakan asal usul semua kejadian.

Karena semua dan segalanya itu berasal dari Allah SWT Dzat Maha Suci dan suci itu tidak bisa tercampuri oleh apapun kecuali suci itu sendiri, jadi mungkin apa tidak kita semua bisa kembali ke suci jika kita masih mengedepankan kepentingan, ego, pamrih, fitnah, aling benci, iri dsb. BISA TIDAK ?!..

Tentang Syahadat (Kesaksian)

Didalam agama islam meng ikrarkan kedua kalimat syahadat adalah suatu kewajiban bagi siapapun yang akan memeluk agama islam, karena syahadat merupakan syarat mutlak dan tercantum dalam rukun islam yang pertama sebelum sholat, zakat, puasa, dan haji.

Hakikat daripada syahadat itu adalah kesaksian secara pribadi, artinya kita harus benar-benar menyaksikan secara pribadi dan nyata bukan katanya apapun.

Karena jikalau masih katanya hal itu akan tetap menjadi doktrin yang seumur hidup akan terus menghantui kita pribadi dan kita akan terus ragu, takut, susah tenang, bingung akan kebenaran yang nyata dsb.

Tentang syahadat tauhid atau kesaksian terhadap Allah SWT yang gaib mungkin kita masih bisa menerimanya karena Allah SWT itu maha gaib.

Tetapi tentang syahadat rosulnya bagaimana? Seharusnya orang yang mengaku islam tersinggung dan butuh bukti serta mampu membuktikannya sendiri, karena Rosululla Muhammad SAW itu hidup ratusan tahun yang silam, lalu bagaimana cara kita menyaksikan sedangkan jasad rosulullah sudah dimakamkan.

Sebagai manusia yang sadar akan hal ini dia akan terus mencari berusaha untuk bisa menemukan jawaban akan hal ini, supaya keyakinan dalam hidupnya bukan sekedar katanya, doktrin, dogma dan ego belaka.

Hakikat Rosulullah (utusan Allah SWT)

Kata rosul bersal dari bahasa arab yang artinya utusan, jadi Rosulullah itu berarti utusan Allah SWT yang diutus langsung oleh Allah SWT tanpa melalui perantara apapun. Nah dari pemahaman ini kan sudah mulai jelas, siapakah utusan Allah SWT yang sebenarnya itu.

Utusan Allah SWT yang sebenarnya itu ialah Ruhul qudus/roh suci/hidup/urip yang menempati setiap mahluk yang hidup.

Hidup/rosul inilah yang menjadikan manusia bisa melakukan apa saja, misalnya makan, minum, tidur, beribadah, senang, susah, sombong, sayang dsb.

Nah itu semua kan karena raga kita ini ditempati oleh utusannya yaitu rosulNya, coba kalau saja hisup/rosulNya meninggalkan jasad bisa apa? Pasti hanya layak dikubur atau dibakar. Karena jika tidak dikubur dan dibakar akan mengganggu indera penciuman.

Meskipun kita pandai, hebat, sakti, kaya, tampan, cantik dsb jikalau tanpa hidup bisa apa. Kita hanya akan menjadi bangkai yang layak dikubur. Nah berawal dari mengenal Rosulullah/hidup inilah kita akan tahu segalanya tentang Allah SWT.

Rosulullah SAW bersabda:

Man arofa nafsahu faqod arofa robbahu “barangsiapa mengenal dirinya/hidup maka akan mengenal Tuhannya”

Penciptaan Manusia Pertama

mengenal allah swt

citraindonesia.com

Manusia pertama yang diciptakan oleh Allah SWT adalah nabi yullah ADAM (asal dumadi ananing manungso) “awal terjadinya adanya manusia”

Allah SWT menciptakan raga/wujud adam menggunakan bahan baku dari tanah liat, tanah pilihan dan terbaik yang ada dialam jagat raya ini.

Dan bukan hanya itu, Allah SWT juga melengkapi raga Adam dengan 4 unsur elemen penting berupa sari-sarinya air, angin, api, dan tanah. Keempat unsur tersebut berubah bentuk menjadi ether/hawa yaitu identitas dari manusia itu sendiri.

Dalam kajian tasawuf keempat unsur tersebut lebih dikenal dengan sebutan nafsu yaitu mutmainah, sufiyah, aluwamah dan amarah. Dalam kejawen disebut kakang kawah, adi ari-ari, puser lan getih. Dalam spiritual disebit jibril, mikail, isrofil dan izrail dsb.

Intinya semua itu adalah anugrah dari Allah SWT untuk manusia. Dan keempat unsur tersebut sangat luarbiasa hebatnya karena keempat unsur tersebut sudah dibekali dengan kemampuan dan pemahaman untuk segala hal.

Namun setelah semua itu selesai dengan segala asesorisnya, Adam tetaplah mayat yang tidak bisa apa-apa, tetap diam dan tidak bergerak. Selanjutnya dengan penuh kasih sayang Allah SWT mengutus kekasihnya yaitu ruhul qudus/hidup/bagian dari Allah SWT sendiri.

Dengan firman: kutiupkan sebagian Ruh-Ku dengan kalimat “kun fayakun” maka hiduplah Adam. Bergerak, bersin, memuja-muji Allah SWT hingga bisa melakukan apasaja yang dikehendakinya.

Kesimpulannya utusan Allah SWT / Rosulullah/hidup inilah yang akan menjembatani dan menuntun kita untuk bisa kembali keasalnya dengan tepat. Jika tanpa hidup sangatlah mustahil kita bisa kembali ke asal usul kita dengan sempurna.

Maka kenalilah hidup dengan baik, pahami sayangi, jujurlah jangan kau nodai dengan sifat angkara murkamu, karena hidupmu itu suci yang pancaran sucinya berasal dari Dzat Maha Suci yaitu Allah SWT Tuhan semesta Alam.

Add Comment