Peringatan maulid Nabi Muhammad SAW

maulid nabi

grid.id

Segenap kaum muslimin di indonesia dan di dunia pada umumnya senantiasa memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW yang dikenal dengan istilah Maulid Nabi Muhammad SAW. Peringatan tersebut diselenggarakan dengan berbagai cara sesuai adat di daerah masing-masing.

Peringatan ini perlu terus dipertahankan dan di lanjutkan sebagai sarana untuk menyegarkan, meningkatkan dan memperbaharui tekad dan komitmen daram rangka memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Rosulullah SAW.

Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an bahwasannya Nabi Muhammad SAW dilahirkan pada tanggal 12 rabiul awal dari seorang wanita bernama Siti Aminah dan seorang bapak bernama Abdullah, yang akan menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Sebagaimana firman-Nya:

Tidaklah Aku mengutus Engkau wahai Muhammad kecuali untuk memberi rahmat bagi seluruh alam.

Kata rahmat tersebut secara sederhana dapat diartikan keuntungan, keberkahan, kebaikan, dan kesejahteraan dalam segala bidang kehidupan, baik secara sosial, ekonomi, politik, ilmu pengetahuan, kebudayaan dan lain sebagainya.

Selanjutnya pada ayat lain dinyatakan bahwa dalam rangka memberi rahmat pada seluruh alam tersebut, Nabi Muhammad SAW menyatakan dirinya sebagai penyempurna bagi akhlak manusia. Sebagai mana pernyataan beliau: sesungguhnya aku diutus ke bumi untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.

Masa Kanak-Kanak Nabi Muhammad SAW

Saat masih usia kanak-kanak Rosulullah telah menunjukkan sebagai anak yang baik. Beliau rajin membantu pamannya dalam beternak menggembala kambing karena beliau menyadari bahwa beliau hidup karena pertolongan dan bantuan pamannya yang diketahui secara ekonomis berada dalam kekurangan.

Sejak kecil beliau telah menunjukkan sifat-sifat yang baik seperti tidak pernah melakukan hal-hal yang buruk yang biasa dilakukan pada masyarakat pada masanya seperi berjudi, mabuk-mabukan, foya-foya dan sebagainya.

Ada suatu riwayat yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah tertarik untuk melihat hiburan yang ada di tempat beliau tinggal yaitu di mekkah, namun Nabi Muhammad SAW tertidur hingga pagi hari dan akhirnya tidak bisa menyaksikan hiburan tersebut.

Sebagai sosok anak yang yatim karena ditinggal mati oleh seorang ayahnya sejak dalam kandungan dan ditinggal ibunya sejak usia 6 tahun, beliau tidak merasa putus asa ataupun sedih, ia selalu tabah dan tetap optimis.

Hal ini haruslah menjadi teladan bagi kita semua, agar kita bisa selalu berfikir positif dengan keadaan kita saat ini bagaimanapun kejadiannya.

Nabi Muhammad SAW Sebagai Suami

Beliau sangat dikenal sebagai suami yang sangat menyayangi istrinya. Kepada siti aisyah beliau memanggilnya dengan sebita “ya humaira- wahai bunga mawar yang sedang mekar.” Tidak hanya kepada istri, terhadap wanita lainpun beliau amat menyayanginya.

Wanita dianggap sebagai tiang negara dan sebagai madrasah (tempat diselenggarakannya kegiatan pendidikan). Jika wwanita itu disiapkan dengan baik maka berarti ia telah menyiapkan generasi muda di masa depan yang baik pula.

Ibu itu bagaikan madrasah, jika engkau menyiapkan dengan baik, maka engkau telah menyiapkan generasi muda dengan baik pula. Dan beliau juga mengatakan surga berada dibawwah telapak kaki ibu.

Nabi Muhammad SAW Sebagai Suami, Ayah Dan Kakek

Nabi Muhammad SAW dikenal sangat menyayangi istrinya, di dalam buku sejarah tercatat bahwa istri pertama beliau yaitu siti khadijah yang dinikahinya pada saat berusia 40 tahun sedangkan rosulullah baru bersia 25 tahun. Nabi Muhammad SAW berumahtangga dengan siti khadijah kurang lebih 25 tahun.

Pada masa itu beliau tidak memiliki istri lain hingga siti khadijah meninggal dunia. Setelah itu Nabi Muhammad SAW menduda cukup lama sampai suatu ketika abu bakar meminta beliau untuk menikahi putrinya yaitu siti aisyah yang masih gadis hingga memiliki anak dan cucu.

Kepada wanita yang sudah mempunyai anak Nabi Muhammad SAW menggambarkan sebagai madrasah tempat pembinaan putra putrinya, jika ibu dibina dengan baik maka si ibu akan melahirkan anak-anak yang baik.

Beliau jiga dikenal sangat dekat dengan anak-anak dan cucunya, bahkan dengan anak-anak kecil lainnya. Beliau begitu memahami psikologi anak-anak, dengan itu beliau mempraktekkan dalam kehidupannya sehari-hari.

Maka bagi kita sebagai umatnya yang senantiasa memperingati maulid nabi sudah selayaknya untuk memperhatikan anak-anak kita, karena mereka adalah tunas muda yang akan menjadi penerus generasi umat manusia selanjutnya.

Pemahaman Rosulullah SAW tentang pesikologi anak tersebut telah diperaktekkan dalam kehidupannya, hal ini sangat patut kita renungkan, karena sebagai manusia yang normal kita bisa memiliki anak, cucu yang akan brhadapan dengan anak-anak lain pada umumnya. Mereka adalah tunas muda harapan bangsa.

Nabi Muhammad Rosulullah Saw Ahli Ibadah

Nabi Muhammad SAW merupakan sosok yang ahli dalam beribadah, bahkan para tokoh sepiritual mengambil pijakan darinya untuk membangun dan mengembangkan ajaran tasawuf.

Jauh sebelum menjadi Rosul beliau sudah terbiasa dengan bermunajat kepada Allah SWT, menyepi, merenung, bertafakur tentang hal-hal yang berkaitan dengan ketuhanan. Dan setelah menjadi Rosul beliau beliau dengan senantiasa tetap melakukan ibadah-ibadah tersebut.

Saking tekunnya beliau dalam beribadah sampai-sampai membuat istrinya yaitu Siti Aisyah bertanya kepada beliau:

“bukankah engkau seorang nabi dan rosul yang dipelihara oleh Tuhan dan dicintai-Nya?”

Nabi menjawab:

“apakah engkau tidak suka jika aku menjadi seorang hamba yang paling banyak bersyukur?”

Ketaatan beliau ini dipadukan dengan sikapnya yang tidak mau terpedaya dengan kehidupan duniawi.

Peringatan Maulid Nabi Dalam Sosial

Beliau adalah sosok yang meliki sifat dan sikap yang sangat mulia seperti jujur (siddiq), bisa dipercaya (amanah), menyampaikan pesan dengan benar (tablig) dan cerdas.

Beliau juga merupakan sosok yang teguh dalam memegang prinsip meskipun harus mengorbankan jiwa dan raganya. Hal ini dibuktikan oleh beliau ketia disuruh berhenti menjalankan dakwahnya dengan imbalan isi dan kemewahan dari dunia yaitu harta, tahta, dan wanita.

Dari uraian dan pemahaman di atas kita bisa mengambil kesimpulan sebagai umatnya yang tidak hanya memperingati maulid nabi setiap setahun sekali saja, namun beliau merupakan sosok figure yang ideal yang harus kita contoh.

Sosok beliau begitu istimewa bukan dari harta atau keilmuannya, melainkan beliau mampu menerapkan apapun yang telah dikaruniakan oleh Allah SWT kepada beliau dalam kehidupannya dengan tepat dan penuh rasa syukur dalam setiap tindakannya.

Patutlah kita memperingati maulid nabi lalu mengikuti cara-cara beliau dalam menerapkan anugrah dari Tuhan di kehidupannya.

Allah SWT berfirman:

“Muhammad itu adalah utusanKu dan orang-orang yang bersamanya bersikap tegas dan keras terhadap orang-orang kafir, berkasih saying diantara sesamanya, engkau lihat mereka ruku dan sujud, mengharapkan keridhoanKu, tanda-tanda mereka terlihat pada wajah sebagai bekas sujud. (al Fath 48.29)

Atas dasar itulah maka tepat sekali jika beliau digambarkan memiliki keunggulan yang tidak dimiliki orang lain, dan itulah yang harus direnungkan dan diteladani serta dipraktekkan sebagai wujud dari pengamalan hikmah maulid nabi Muhammad SAW.

Semoga dengn ini kita diberi kemampuan dalam menjalankan ibadah taat kepada Allah SWT hingga batas waktu yang telah ditentukan amin.

Add Comment