7 Tips Aplikasi Metode Pembelajaran Aktif Dan Kreatif

Mengenal Metode Dan Model Pembelajaran

metode pembelajaran

Bagi seorang guru, mengajar merupakan aktifitas utama. Oleh sebab itu guru wajib untuk mempelajari macam-macam metode pembelajaran, agar bisa memberikan pelajaran secara efisien, efektif dan berkualitas kepada murid-muridnya.

Strategi Dasar Pembelajaran

Secara umum bisa diartikan sebagai pola kegiatan belajar mengajar antara guru dan murid untuk bertindak  dalam mencapai sasaran yang telah ditentukan.

  • Mengidentifikasi serta menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkahlaku dan kepribadian murid seperti yang diharapkan.
  • Memilih sistem pendekatan belajar mengajar berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat.
  • Memilih metode belajar mengajar yang dianggap paling tepat dan efektif.
  • Menetapkan standar keberhasilan, sehingga dapat dijadikan sebagai evaluasi guru dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar.

Macam-Macam Metode Pembelajaran

Metode Ceramah

bisa juga dikatakan sebagai metode tradisional. Karena metode ini telah digunakan sejak dulu sebagai alat untuk berkomunikasi secara lisan antara guru dan murid. Ada kelebihan dan kekurangan dalam metode ini.

Kelebihan : Guru mudah menguasai kelas, mudah dilaksanakan, dapat diikuti anak didik dalam jumlah banyak, guru juga dapat dengan mudah menerangkan pelajaran dalam jumlah banyak.

Kekurangan: Kegiatan mengajar menjadi verbalisme, membosankan bila terlalu lama, menyebabkan murid pasif, dan susah mengontrol perolehan murid dalam mempelajari suatu ilmu.

Metode Proyek

Adalah suatu cara mengajar yang memberikan kesempatan kepada anak didik untuk menggunakan unit kehidupan sebagai pelajaran, sehingga mera menjadi lebih tertarik untuk belajar.

Kelebihan: Dapat merubah pola pikir anak didik dari yang sempit menjadi lebih luas dan menyeluruh, murid diajari untuk membiasakan menerapkan pengetahuan, sikap dan keterampilan dengan terpadu.

Kekurangan: Kurikulum yang berlaku di negeri kita belum memberlakukan metode ini, metode ini sukar dan memerlukan keahlian khusus dari guru pengajar, fasilitas cukup dan memiliki sumber topik unit yang tepat seuai kebutuhan murid.

Metode Eksperimen

Metode ini memberikan kesempatan kepada murid untuk melakukan suatu percobaan. Agar supaya seorang murid lebih mendalami suatu hal dengan bukti nyata yang telah dipraktekkannya sendiri.

Kelebihan: membuat murid lebih percaya dan mampu menyimpulkan suatu hasil dari percobaan, dapat mengembangkan sikap untuk memulai setudi, akan menjadi manusia yang mampu menghadirkan trobosan-trobosan baru melalui penemuan-penemuan dari hasil yang telah dipraktekannya.

Kekurangan: Kurangnya alat peraga menjadikan tidak semua murid mendapat kesempat untuk mencoba eksperimen, metode ini lebih sesuai untuk menyajikan bidang tehnologo.

Metode Pemberian Tugas Dan Resitas

Sebagai contoh, guru memberi tugas kepada muridnya dengan menyuruh mencari perbandingan menggunakan buku-buku lain. Atau bisa juga dengan mengamati lingkungan masyarakat dengan membandingkan dengan materi yang ada di buku. Dengan cara seperti itu murid bisa menyelesaikan tugas tanpa terikan dengan ruang dan waktu.

Kelebihan: Pemahaman serta pengetahuan yang diperoleh murid akan dapat bertahan lebih lama dalam ingatannya, murid juga akan lebih berani dalam mengambil inisiatif dan juga bertanggungjawab atas suatu hal yang telah dikerjakan.

Kekurangan: Biasanya murid bisa melakukan kebohongan dengan meniru hasil karya dari orang lain, biasanya tugas juga dikerjakan oleh orang lain tanpa diawasi, sulit memberi tugas untuk menghasilkan nilai perolehan individu.

Metode Diskusi

Diskusi merupakan alternatif untuk berbagi dalam menyelesaikan masalah kehidupan. Dengan syarat problem yang akan diselesaikan harus dikuasai lebih dalam.

Kelebihan: menciptakan kesadaran kepada murid bahwa suatu masalah dapat diselesaikan dengan berbagai macam cara dan tidak hanya dengan satu cara saja. Agar murid menyadari ketika suatu masalah bisa didiskusikan dengan teman dan akan mendapat hasil yang lebih baik. Agar murid terbiasa untuk mendengarkan pendapat orang lain meskipun hal itu berbeda dengan pendapatnya.

Kekurangan: Tidak maksimal jika digunakan pada kelompok yang besar. Peserta hanya akana mendapat informasi yang terbatas. Biasanya orang yang suka bicara selalu menguasai diskusi ini.

Metode Latihan

Merupakan suatu strategi untuk menanamkan kebiasaan tertentu. Hal ini juga dapat dijadikan sarana untuk melatih kebiasaan-kebiasaan baik. Juga dapat digunakan untuk meciptakan keterampilan, ketangkasan, dan ketepatan.

Kelebihan: dapat mendukung kemampuan motorik, misal menulis, menggunakan alat-alat, melafalkan kalimat atau huruf dan membuat sesuatu.

Kekurangan: terkadang suatu hal yang dilakukan berulang-ulang akan menjadi monoton dan sangat membosankan.

Metode Picture And Picture

  • Pengajar menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
  • Menyajikan materi sebagai pengantar
  • Pengajar memperlihatkan gambar yang berkaitan dengan kegiatan materi
  • Murid diajak menyimpulkan materi yang baru dipelajari

Metode Kepala Bernomor

  • Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan masing-masing mempunyai nomor
  • Pengajar memberi tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya
  • Guru memanggil salah seorang murid dan melaporkan hasil pekerjaannya
  • Teman yang lain memberitanggapan, dan guru menunjuk nomor yang lain lagi

Metode Coopertave Script

  • Murid dibagi berpasang-pasangan
  • Memberi wacana agar diberikan ringkasan oleh murid
  • Murid ditetapkan siapa yang menjadi pembicara dan pendengar
  • Bertukar peran
  • Murid dan pengajar bersama-sama membuat suatu kesimpulan

Metode Kepala Bernomor Struktur

  • Murid dibagi menjadi beberapa kelompok
  • Murid mendapat tugas berangkai dari yang no 1 sampai terakhir
  • Murid bisa bekerjasama antar kelompok
  • Melaporkan hasil dari kelompok lain
  • Dan murid memberi kesimpulan dari materi yang barusaja dibahas

Metode Jigsaw

  • Siswa dibagi menjadi 4 tim
  • Tiap murid diberi bagian berbeda
  • Mendiskusikan dengan tim yang berbeda
  • Selanjutnya siswa yang telah berdiskusi memberikan pengertian hasil diskusinya kepada timnya
  • Guru memberi evaluasi

Metode Artikulasi

  • Guru menugaskan salah satu murid untuk menyampaikan hasil dari wawancaranya dengan guru kepada semua siswa
  • Guru mengulang kembali maateri yang telah disampaikan murid kepada teman-temannya
  • Dan murid diminta untuk membuat kesimpulan

Metode Mind Mapping

  • Guru memberi konsep
  • Membentuk kelompok masing-masing beranggota 2-3 orang
  • Tiap kelompok mencatat hasil diskusi
  • Tiap kelompok membacakan hasil diskusi

Metode Mencari Pasangan

  • Tiap murid mendapat satu buah kartu
  • Murid mencari jawaban dari kartu yang diperoleh
  • Murid mencari pasangan dengan menyesuaikan kecocokan dari kartu
  • Kartu dikocok lagi setelah 1 babak agar siswa berkwswmpatan mendapat kartu yang lain

Metode Think Pair And Share

  • Inti dari materi dan kompetensi yang ingin disapai disampaikan oleh guru
  • Murid memikirkan materi yang akan disampaikan oleh guru
  • Murid diminta saling berpasangan
  • Guru memimpin sidang pleno kecil
  • Guru memberi kesimpulan

Metode Bertukar Pasangan

  • Setiap siswa/murid mendapat satu pasangan
  • Pengajar memberi tugas lalu siswa mengrjakan dengan pasangannya
  • Setelah selesai tiap pasangan bergabung dengan pasangan dari kelompok lain
  • Keuanya saling bertukar pasangna
  • Hasil yang didapat dari pasangan baru dibagikan dengan pasangan yang awal

Metode Sniwball Throwing

  • Guru memberi materi dan membuat kelompok
  • Tiap ketua maju kedepan untuk mendapat materi dari guru
  • Ketua kembali kekelompoknya menyampaikan materi yang diperoleh
  • Masing-masing menulis pertanyaan pada selembar kertas kerja yang berkaitan dengan materi
  • Kertas tersebut kemudian diremas seperti bola dan dilempar kepada siswa lain
  • Dan siswa diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan yang ada pada kertas tersebut

Metode Tebak Kata

  • Siswa berdiri berpasangan didepan kelas
  • Seorang siswa menunjukkan dengan gerakan atau simbol-simbol
  • Siswa yang lain dipersilahkan untuk menjawab

Macam-Macam Model Pembelajaran

Selain soal metode pembelajaran, model pembelajaran juga menjadi bagian penting untuk diketahui dalam melengkapi kemampuan guru dalam proses belajar mengajar. Berikut beberapa model pembelajaran yang menarik.

Contextual Teacher And Learning

Suatu proses pendidikan yang bertujuan untuk membantu siswa dalam memahami makna yang ada dalam pengajaran, dengan cara menghubungkan beberapa pelajaran dengan konteks dalam kehidupan. Seorang guru dapat menghubungkan suatu yang akan diajarkan dengan hal yang nyata dalam kehidupan.

Keunggulan CTL

  • Interaksi belajar
  • Motivasi yang diberikan
  • Pemahaman
  • Hubungan pelajaran dengann dunia nyata
  • Sesuai dengan situasi dan kondisi
  • Berpikir kritis

Ciri-ciri CTL

  • Bermakna
  • Hubungan kelas dengan dunia nyata
  • Kritis dan kreatif
  • Komunikasi dan kolaborasi
  • Refleksi
  • Model
  • Masyarakat juga ikut belajar

Pendekatan Keterampilan Proses

Merupakan proses yang dirancang sedemikian rupa, sehingga murid dapat menemukan fakta dan membuat teori dengan keterampilan mereka dan sikap keilmiahaannya.

Dasar-dasar

  • Pengamatan
  • Klasifikasi
  • Komunikasi
  • Pengukuran
  • Prediksi

Langkah-langkah

  • Identifikasi
  • Tabel data
  • Deskripsi
  • Perumusan
  • Definisi
  • exsperimen

Metodologi Pembelajaran Aktif Dan Kreatif

metode pembelajaran

Metodologi mempunyai peranan penting di dalam menyukseskan sebuah program, termasuk pembelajaran aktif dan kreatif.

Memahami, menguasai, mempraktikkan, dann mengembangkan secara terus menerus metodologi pembelajaran akif dan kreatif akan menjadikan seorang guru lebih matang dan profesional, sehingga hasil pembelajarannya pun menjadi maksimal.

Ada delapan cara yang cukup jitu untuk menerapkan pembelajaran aktif dan kreatif yang harus dilakukan oleh seorang guru yaitu:

Mendorong Siswa Untuk Menghafalkan

Menghafal memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap keilmuan seseorang. Dengan menghafal suatu pelajaran, seorang siswa akan bisa langsung menarik kembali ilmu kapan saja, dimana pun dan kapan pun.

Dalam konteks pembelajaran aktif dan kreatif menghafal menjadi landasan utama dalam mengadakan komunikasi interaktif dalam bentuk diskusi, debat, dan ssebagainya.

Menghafal dan mengecek ulang dapat membantu penguasaan, pemeliharaan, dan pengembangan ilmu. Kegagalan yang sering dialami oleh siswa-siswa yang cerdas disebabkan oleh sikap terlalu sering menggantungkan pada pemahaman tanpa adanya hafalan.

Membaca bersama-sama akan mengeluarkan energi tersendiri, ada banyak kesempatan atau peluang untuk mengecek kembali hafalannya, dan dari situlah pemahaman akan bisa diupayakan secara lebih intensif.

Menggunakan cara hafalan ini pemahaman bisa dibangun dengan cukup intensif dan akurat.

Menekankan Siswa Untuk Mau Bertanya

Berpikir kritis berarti mempertanyakan sesuatu yang belum diketahui dengan jelas, sesuatu yang belum dijelaskan dan sesuatu yang masih diperdebatkan. Bertanya mampu menjadi sarana yang cukup efektif untuk mengetahui daya kritis seorang siswa.

Dari kebiasaan bertanya siswa akan bisa menyeleksi mana pertanyaan yang berbobot atau tidak, mana yang pantas/layak atau tidak, mana yang tidak menyakiti dan sebagainya.

Seorang guru tentunya juga harus dapat merespon apa pun pertanyaan siswa dengan penuh kebahagiaan dan keceriaan. Jika perlu berilah hadiah kepada siswa yang aktif bertanya sehingga mampu mendorong siswa lain untuk mengikutinya.

Melalui bertanya rasa percaya diri dari seorang siswa akan tumbuh dan semangatnya untuk terus belajar akan berkembang dengan baik, dan mental mereka akan meningkat.

Memulai Diskusi Interaktif

Pada tahapan ini seorang siswa akan dituntut untuk bisa berpikir analisis dan solutif. Mereka akan mengamati suatu hal yang tidak nampak dari suatu maasalah dan mengidentifikasi faktor penyebabnya, lalu memberi solusi dengan ide-ide cerdas.

Menurut ulama, diskusi yang dilakukan selama satu jam itu lebih utama dari pada belajar satu bulan. Karena dalam diskusi seorang dapat menyerap pemikiran, ide, gagasan, dan saling tukar pendapat dengan peserta lain yang menghadiri diskusi.

Dalam diskusi yang dilakukan antar siswa ini tidak akan ada rasa canggung, sungkan, malu dan sebagainya. Karena tema yang dibahas diambil dari materi pelajaran yang sedang dikaji lalu dibagi perkelompok.

Mengajak Siswa Belajar Di luar Kelas

Refreshing merupakan penyegaran otak bagi siswa, semisal jalan-jalan diluar kelas, mengamati fenomena sosial dan mendiskusikannya. Atau bisa juga membawa para siswa mengunjungi perpustakaan buku yang lengkap.

Hal tersebut akan menumbuhkan kesadaran pada siswa bahwa ilmu yang mereka miliki masih amatlah sedikit dan masih banyak diluar sana ilmu pengetahuan yang belum mereka pelajari.

Mereka akan bisa menemukan timbunan mutiara ilmu yang sangat dahsyat dan belum pernah terbayangkan sebelumnya, mereka akan semakin ketagihan dengan penemuan-penemuan mutiara ilmu tersebut, nafsunya akan semakin menggebu-gebu untuk menambah pengetahuannya.

Dengan belajar di luar kelas siswa akan bisa menyatu dengan lingkungan dan kebudayaan yang berkembang di masyarakat, sehingga mereka mudah beradaptasi dengan baik dalam kehidupan masyarakat dilain hari.

Mengembangkan Kreatifitas Siswa

Hidup di era moderen seperti sekarang ini di butuhkan ide-ide kreatif untuk tampil sebagai pemenang, tanpa kreatifitas yang terlatih seseorang akan terpental dari ketatnya persaingan yang muncul dan hadir bertubi-tubi.

Proses pendidikan kita pada saat ini masih mementingkan aspek kognitif dan mengabaikan kreatifitas. Gejala seperti ini sebenarnya telah nampak sejak proses pendidikan di sekolah dasar hingga perguruan tinggi.

Salah satu ciri-ciri pembelajaran aktif dan kreatif adalah kreatifitas, maka guru harus mendorong kreatifitas siswa supaya dapat lebih berkembang. Selain merangsang otak kiri guru juga harus mengembangkan kreatifitas otak kanan agar terjadi keseimbangan.

Informasi dan buku-buku pelajaran hanya akan memberi pemahaman, belajar tidak harus di dalam kelas, sesekali siswa perlu diajak belajar diluar kelas untuk berinteraksi dan berbagi dengan lingkungan sosial.

Pada umumnya sesorang sering terbelenggu dengan kebiasaan, norma umum, dan kaidah-kaidah baku tanpa memikirkan alternatif lain yang membuat lebih baik dan sukses. Jadi otak kanan yang menyebabkan lahirnya kreatifitas-kreatifitas akan menjadi buntu dan tumpul.

Kreatifitas merupakan sebuah proses yang menakjubkan, kreatifitas bagaikan aliran darah yang terus mengalir di dalam tubuh tanpa harus dicari. Jadi kreatifitas ini adalah kenyataan spiritual yang ada pada setiap diri manusia tanpa harus dicari keluar dari diri.

Berpikir kreatif yang berlawanan dengan berpikir merusak merupakan suatu kesempatan untuk mengubah sesuatu menjadi lebih baik.

Berpikir kreatif bukanlah sesuatu yang terorganisir, sebagaimana pemikir kritis. Berpikir kreatif merupakan kebiasaan berfikir yang selalu dilatih untuk memperhatikann intuisi, menghidupkan imajinasi, mengungkap kemingkinan-kemungkinan baru dan membangkitkan ide-ide yang tak terduga.

Melatih Penelitian

Penelitian bisa melatih siswa supaya termotivasi untuk mengetahui hal-hal yang belum pernah terpikirkan.

Terjun secara langsung sebagai peneliti menggunakan bekal metodologi yang baik, membuat siswa masuk dalam ruangan laboratorium dengan penuh percaya diri dan keyakinan yang tinggi bahwa mereka dapat menyelesaikan masalah yang datang.

Mengadakan Studi Banding

Studi  banding ketempat-tempat atau lembaga-lembaga bergengsi akan meningkatkan kepercayaan diri yang tinggi dalam diri siswa. Selain berwisata ketempat yang menarik, studi banding dapat menjadikan pengetahuan seseorang terhadap sesuatu menjadi komprehensif dan kaya akan makna.

Dengan studi banding mereka akan sadar bahwa masih banyak kelemahan-kelemahan yang harus dibenahi dan masih banyak hal-hal baru di depan sana yang harus dijawab.

Studi banding tentunya sangat berguna bagi dinamisasi potensi siswa dan juga pengembangan lembaga sekolah secara menyeluruh.

Dalam hal ini guru harus bertindak sebagai dinamisator dan fasilitator, sehingga potensi tersebut dapat dikembangkan secara efektif dan produktif, demi menggapai prestasi besar yang menjadi tujuan dan idaman kita bersama.

Melatih Jurnalistik

Segala sesuatu yang ada kaitannya dengan dunia tulis menulis bisa dijadikan ajang efektif bagi guru untuk mengembangkan potensi siswa.

Siwa bisa dilatih untuk menulis secara bebas, misal puisi, cerpen, opini, berita, dan sebagainya. Bahasa indonesia dapat juga dimanfaatkan sebagai aspek mengembangkan jurnalistik ini.

Metodologi pembelajaran aktif dan kreatif seperti di atas menjadi tanggung jawab guru untuk merealisasikan dan mengembangkannya.

Bagaimana mungkin guru bisa memberikan inspirasi dan motifasi kepada siswa jika seorang pengajar tidak mau merealisasikan cara-cara tersebut.

Apabila guru hanya memberikan pengetahuan tanpa memperdulikan masa depan anak didiknya maka fungsi seorang guru sebagai tokoh yang genius yang akan menyukseskan seorang siswa akan hilang dan sia-sia.

Memahami Hakikat Pembelajaran

hakikat pembelajaran

Pembelajaran aktif dan kreatif  merupakan suatu pendekatan yang memungkinkan tiap anak didik melakukan kegiatan beragam guna melatih keterampilan, sikap dan pemahamannya dengan penekanan belajar sambil bekerja. Sementara pengajar menggunakan berbagai macam alat bantu dan berbagai sumber untuk belajar.

Dalam upaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan kurikulum, guru perlu melakukan serangkaian kegiatan pembelajaran.  Serangkaian kegiatan tersebut sering disebut sebagai pendekatan pembelajaran.

Dalam proses belajar mengajar sangat diperlukan pembelajaran yang baik dan cocok dengan sikon siswa. Konsep ini didasari oleh keyakinan bahwa hakikat belajar merupakan proses membangun pemahaman.

Pendapat Beberapa Ahli

  • Silberman, M (1996)

Ketika sedang belajar aktif setiap siswa melakukan banyak kegiatan. Mereka memfungsikan otak untuk melahirkan ide-ide, memecahkan masalah, dan menerapkan apa yang telah mereka pelajari. Siswa diharuskan menggunakan kemampuan mendengar, melihat, menjawab suatu pertanyaan dan mendiskusikannya dengan teman yang lain.

  • Glasgow (1996)

Siswa aktif merukapan siswa yang mau bekerja keras dan berani bertanggung jawab untuk mengambil resiko yang lebih besar dalam proses belajarnya sendiri. Peran mereka menjadi lebih luas dan motifasi dalam diri mereka menjadi kekuatan besar yang dimiliki.

  • Modell dan Michael (1993)

Paara siswa secara individu didukung untuk terlibat aktif dalam proses membangun mentalnya sendiri dari sumber  informasi yang telah mereka dapatkan.

  • UC Davis TAC Handbook

Pendekatan pembelajaran yang melibatkan siswa untuk bisa menjadi seorang guru bagi dirinya sendiri, ini merupakan suatu pendekatan bukan metode.

  • Joel Wein (1997:1)

Unsur umum disini sebagai pengganti peran guru yang semula berada di depan kelas menjadi siswa yang berada pada posisi pengajar dan mengajar dirinya sendiri.

  • Mayer (2004)

Siswa yang aktif tidak hanya hadir dalam kelas, siswa harus terlibat aktif secara fisik dan mental, dan siswwa juga harus lebih aktif lagi dalam melakukan praktik saat proses pembelajaran.

Keunggulan Yang Menjadi Pijakan

Apa Pendekatan Belajar Aktif

Cara pandang bagaimana belajar merupakan kegiatan membangun pengertian terhadap suatu pengalandan informasi yang dilakukan oleh si pembelajar. Tujuannya agar siswa tidak selalu bergantung pada guru dan orang lain ketika mendapatkan pelajaran/pengalaman yang baru.

Mengapa Perlu Belajar Aktif

Pada dasarnya setiap anak memiliki sifat selalu ingin tahu dengan hal-hal yang baru, sifat ini merupakan modal dasar bagi perkembangan sikapnya dan imajinasi bagi prilaku kreatifnya.

Belajar bukanlah proses penyerapan ilmu pengetahuan yang sudah dibentuk oleh seorang guru, karena hakikatnya pengetahuan dibentuk oleh pelajar sendiri.

Agar mampu bertahan dalam hidup, pelajar harus menjadi generasi yang peka, mandiri, kreatif, dan bertanggung jawab. Berpikir tajam, beerani bertindak, siap menerima resiko.

Bagaimana Suasana Belajar Aktif

Menciptakan suasana siswa melakukan pengalaman, interaksi, komunikasi, dan refleksi. Siswa akan belajar banyak dengan mengaktifkan indra.

Pembelajaran akan lebih meningkat kualitasnya jika terjadi interaksi dengan orang lain sehingga menjadikan kualitas yang lebih baik.

Pengungkapan pikiran baik dalam rangka mengemukakan gagasan sendiri maupun orang lain.

Terus burusaha melakukan perbaikan sehingga memiliki gagasan yang lebih mantab lagi.

Bagaimana Sikap Guru Yang Menerapkan Belajar Aktif

  • Terbuka dan mau mendengarkan pendapat siswa
  • Membiasakan kepada siswa agar mau mendengarkan saat guru sedang menerangkan
  • Dapat menghargai perbedaan pendapat
  • Meberikan toleransi terhadap siswa yang melakukan kesalahan dan mendorong untuk memperbaiki
  • Bisa menumbuhkan rasa percaya diri yang tinggi didalam diri siswa
  • Meberikan apresiasi kepada siswa yang telah berhasil menyelesaikan tugasnya
  • Sikap tidak mengejek atau menyepelekan bahkan menertawakan hasil kerja siswa meskipun hasilnya belum memenuhi standar

Ruang kelas Bagaimana Yang Menunjang Belajar Aktif

  • Memiliki banyak alat-alat untuk belajar yang nyata
  • Tataruang kelas diatur senyaman mungkin agar siswa leluasa dalam melakukan aktifitasnya
  • Berisi hasil-hasil kerja siswa, seperti tugas-tugas, lukisan, laporan hasil kerja dll

Ciri-ciri Pembelajaran Aktif

  1. Siswa selau terlibat dalam berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuan dan pemahaman mereka
  2. Guru bisa menggunakan berbagai alat bantu untuk membangkitkan semangat
  3. Guru juga harus mau mendorong siswa agar bisa menemukan cara sendiri dalam menyelesaikan suatu masalah

Peran Guru Dan Siswa Dalam Pembelajaran Aktif  Dan Kreatif

Tidak hanya berlaku bagi siswa namun juga berlaku bagi guru. Aktif dari sisi guru yaitu mau memantau kegiatan belajar siswa, memberi umpan balik, memberikan pertanyaan yang menantang, dan mempertanyakan gagasan siswa.

Kreatif dari sisi guru dapat juga dilihat apakah kegiatan yang dikembangkan cukup beragam serta menggunakan alat bantu yang dapat dikembangkan dengan baik.

Guru memiliki tanggungan yang besar dalam merealisasikan kegiatan-kegiatan pembelajaran aktif dan diperlihatkan dengan adanya berbagai macam kegiatan pembelajaran. Guru juga harus mampu menciptakan keadaan tersebut pada saat yang sama.

Proses Pelaksanaan Pembelajaran Aktif

Didalam kegiatan pembelajaran itu diibaratkan seperti lahan yang harus kita olah, sehingga semuanya dapat berkembang dengan subur.

Para siswa berasa dari berbagai lingkungan yang bermacam-macam juga mempunyai kemampuan yang berbeda pula, dan perbedaan itu perlu diperhatikan juga harus tergambar dalam pembelajaran aktif.

Sebagai manusia atau mahluk sosial, anak-anak akan bermain secara berkelompok, dan hal ini dapat dimanfaatkan didalam pengoprasian belajar. Jika meninjau dari pengalam, siswa bisa menyelesaikan dengan baik suatu soal jika mereka berkelompok.

Memiliki ruang kelas yang menarik sangatlah disarankan, hasil pekerjaan siswa yang dipajang di dalam kelas akan memotivasi semangat mereka untuk menciptakan suatu karya yang lebih baik dan berbeda.

Lingkungan Dalam Pembelajaran Aktif

Lingkungan juga memiliki peranan yang cukup besar dalam membentuk kesadaran untuk belajar dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang berlangsung.

Menciptakan lingkungan belajar bukan hal yang mudah dan sepele, sebab membuat orang minat belajar adalah pekerjaan yang sulit, dibutuhkan sentuhan-sentuhan yang mendalam dan kreatifitas, progresifitas juga seni yang tinggi.

Lingkungan sosial yang baik memungkinkan para siswa untuk berinteraksi dengan baik, mulai dari guru dengan siswa, guru dengan guru, dan siswa dengan siswa. Kondisi seperti ini hanya bisa dicapai jikalau interaksi sosialnya berjalan dengan baik.

Sebab itu guru harus bisa mengatur dan bertanggung jawab terhadap terciptanya lingkungan fisik kelas yang diharapkan. Dengan terciptanya tanggung jawab bersama antara siswa dan guru maka kebersamaan akan terbentuk.

Kelemahan Pembelajaran Aktif

Program pembelajaran ini mengharuskan guru mampu berperan aktif, kreatif dalam mencari media sebagai bahan ajar. Penggunaan perangkat media sungguh sangat baik tetapi tidak semua lembaga bisa mengaksesnya.

Tugas guru dan tanggungjawabnya dalam paradigma baru pendidikan bukanlah membuat siswa belajar, tetapi menjadikan siswa mau belajar. Proses pembelajaran akan berjalan sesuai yang diharapkaan jika guru mampu selalu memberikan motivasi kepada siswa.

Prinsip pembelajaran aktif yang harus dilakukan yaitu jangan terbiasa mengkondisikan siswa hanya untuk mendengarkan, sebab siswa akanmudah lupa jika hanya mendengarkannya saja.

Didunia ini tidaklah ada yang sempurna, semua itu memiliki kelemahan dan kelebihan.

Prinsip Pembelajaran Aktif Dan Kreatif

prinsip pembelajaran

manungso.com

Didalam proses pembelajaran aktif dan kreatif yang sedang kita bahas ini setidaknya ada empat komponen atau prinsip yang dapat diidentifikasikan, antara lain interaksi, komunikasi, refleksi, dan mengalami sendiri.

Mengalami

Siswa yang belajar secara langsung melalui bertindak akan dapat mengaktifkan banyak indra. Semisal sebagai contoh siswa melakukan pengamatan, percobaan, penyelidikan, wawancara, dan penggunaan alat peraga.

Prinsip “mengalami” ini dapat menjadikan siswa untuk berteori dan menghasilkan ide-ide progresif. Juga saat mereka melakukan wawancara dalam rangka membuat buletin atau majalah. Dari hal mengalami ini siswa akan menjadi lebih matang, dinamis, dan profesional.

Interaksi

Interaksi sesama siswa maupun dengan guru haruslah selalu dijaga agar dapat dengan mudah dalam membentuk makna. Dengan berinteraksi, pembelajaran akan menjadi lebih menarik dan hidup. Jikalau ada suatu kesalahan akan lebih berpeluang untuk diatasi.

Prinsip ini memberi peluang besar terhadap siswa untuk menunjukkan ekspresinya dan berartikukasi sesuai kemampuannya masing-masing. Dan potensi dalam diri merreka akan terus berkembang sebab aktualisasi dinamis yang terus dikembangkan.

Komunikasi

Komunikasi bisa diartikan sebagai cara untuk menyampaikan sesuatu yang kita ketahui. Jadi interaksi saja tidaklah cukup jika tanpa komunikasi dengan baik, karena interaksi jauh akan lebih bermakna jika interaksi tersebut komunikatif.

Prinsip komunikasi ini jugadapat dijadikan sebagai ajang guna memahami dan mengetahui sejauh mana pendalaman dan pengayaan materi seorang siswa. Beda ide, adu gagasan, membuat pemikiran mereka menjadi lebih fresh, mendalam dan penuh fariasi.

Refleksi

Refleksi mempunyai arti memikirkan kembali apa yang telah diperbuat dan dipikirkan. Dengan hal ini kita dapat mengetahui sejauh mana efektifitas pembelajaran yang sudah berlangsung. Dengan reflesi kesalahan-kesalahan akan dapat dihindari sehingga tidak terulang lagi.

Refleksi juga dapat memunculkan gagasan atau ide-ide baru yang bermanfaat dalam proses perbaikan hasil dari makna  suatu pembelajaran.

Prinsip refleksi ini juga bisa dijadikan sebagai sarana untuk mengevaluasi dari beberapa strategi yang telah diterapkan juga hasil yang diperoleh. Hal ini akan memudahkan kita untuk mengetahui kelemahan atau kekurangan dan kelebihan juga efektif dan tidaknya proses pembelajaran.

Akan da ide-ide baru, pemikiran baru, gagasan-gagasan baru, yang lebih segar, kaya dan penuh makna dari proses refleksi ini.

Keempat prinsip tersebut harus diterapkan dalam praktek di lapangan, seorang guru tidak boleh menyimpang dari keempat prinsip tersebut. Tidak ada lagi sentralisme, pemusatan, hegemoni, kungkungan, dominasi, menguasai, dan memaksakan kehendak didalam proses pembelajaran.

Kita bisa mengadakan fasilitasi, dinamisasi, refitalisasi menuju kebangkitan prestasi yang cerah dan mencengangkan.

Prinsip-prinsip tersebut membuat pembelajaran aktif dan kreatif berjalan pada kerangka dasar yang telah dirumuskan sebelumnya, yaitu membentuk pembelajaran yang cukup berkualitas dan mampu menghasilkan generasi-generasi muda yang siap berkreasi guna bangkitnya potensi bangsa.

Peran Guru Dalam Pembelajaran Aktif Dan Kreatif

metode pembelajaaran

Dalam aplikasi di lapangan gurulah yang paling menentukan konsep dan menjadi eksekutor. Gurulah yang paling ber peran dalam membentuk warna warni di dalam kelas. Sebab itu inti dari pembelajaran aktif dan kreatif ini adalah proses pembelajaran yang melibatkan dua unsur utama antara guru dengan siswa, dan guru sebagai pengendali utamanya.

Prinsip Utama Desain Pembelajaran

Didalam proses pembelajaran siswa yang mempunyai kesiapan mental, fisik, serta motifasi tinggi maka hasil belajarnya akan lebih baik.

Motifasi adalah suatu hal yang dapat mendorong seseorang untuk mau dan tidaknya melakukan sesuatu, hal itu bisa berawwal dari dalam diri maupun luar diri. Semakin tinggi motifasi siswa untuk belajar maka semakin tinggi pula proses dan hasil belajarnya.

Perhatian seorang siswa juga memiliki peranan penting dalam kegiatan belajar mengajar. Semakin teliti siswa dalam memperhatikan pelajaran semakin tinggi pula hasil belajar yang diperoleh.

Aktifitas mental adalah mengidentifikasi, membandingkan, menganalisa dan sebagainya. Sedangkan aktifitas emosional yaitu semangat, sikap positif dalam belajar, keriangan dan motifasi.

Guru ideal adalah guru yang memiliki tiga ciri-ciri yaitu bisa kreatif dalam memanfaatkan potensinya, kreatif dalam mengelola waktu luangnya, dan berani membuat loncatan dalam hidup, semisal berwirausaha.

Potensi dasar guru adalah ketinggian ilmu yang dimiliki dibandingkan dengan masyarakat lain. Jika seorang guru memiliki potensi tersebut, hal itu bisa dimanfaatkan dengan menjadi guru favorit, penulis buku, penulis lepas, peneliti, dan trainer.

Peran Yang Harus Dimainkan Guru

Agar bisa disebut sebagai pembimbing, guru harus bisa memberikan dan mencurahkan rasa kasih sayang terhadap anak didiknya. Tidak diperbolehkan meremehkan siswa meskipun siswa itu berasal dari kampung atau keluarga miskin.

Harus berlaku adil, jangan membeda-bedakan, semua siswa harus disayang oleh guru. Jangan tunjukkan sikap pilihkasih dalam menyayangi siswa.

Pada intitinya semua yang dilakukan guru dalam kelas akan ditiru oleh siswa baik itu prilaku baik atau pun sebaliknya. Kejujuran, kedisiplinan, kesopanan, ketulusan dan sebagainya semuanya itu akan direkam oleh siswa dan dalam hal-hal tertentu juga akan diikuti oleh siswa.

Guru juga tidak sekedar menyampaikan pelajaran di kelas tanpa memperhatikan apakah siwa dapat memahami pelajaran atau tidak. Selebihnya guru juga harus bisa dan sanggup menjadi penasihat pribadi bagi siswa.

Sebenarnya antara guru dan siswa itu memiliki hubungan batin yang sangat erat, jika dikaji lebih mendalam lagi guru akan berperan sebagai orang tua dari siswa. Jadi bukan hanya didalam sekolah saja, melainkan tanggung jawab guru juga diluar sekolah.

Guru ysng memiliki sifat tulus dalam mendidik, ia akan senang hati dalam membimbing muridnya dengan penuh kasih sayang. Dengan bertujuan menyukseskan siswanya, seorang guru tidak akan banyak memperhitungkan waktunya dalam mendampingi mereka belajar.

Hal-hal Yang Harus Dilakukan Guru

Memahami potensi siswa yang tersembunyi serta mendorongnya untuk lebih berkembang sesuai potensi atau bakat yang dimilikinya.

Mau memberi kesempatan kepada siswa untuk meningkatkan rasa tanggung jawab dalam menjalankan tugas dan meminta bantuan jika mereka memang benar-benar membutuhkan.

Bisa menghargai terhadap kelemahan siswa, memberi apresiasi terhadap ide mereka meski masih jauh dari standar.

Menciptakan suasana belajar yang kondusif, terbebas dari tekanan dan intimidasi, dalam usaha membangkitkan minat belajar siswa.

Menyatakan kepada siswa, bahwa guru-guru adalah mitra mereka yang memiliki peran sebagai motifator dan fasilitator bagi mereka.

Pertanyaan Yang Menggugah

Yang harus diingat, tanggung jawab guru dan tugasnya adalah paradigma baru pendidikan “bukan membuat siswa belajar, tetapi membuat siswamau belajar” jadi prinsipnya adalah jangan membuat siswa hanya mendengarkan saja sebab mereka akan lupa.

Juga jangan membuat mereka hanya memperhatikan saja seba mereka nantinya hanya akan bisa mengingat. Jadi buatlah mereka mau melakukan karena nantinya mereka akan mengerti.

Ciri Guru Yang Menerapkan Pembelajaran Aktif Dan Kreatif

Memiliki keterampilan yang profesional. Pada dasarnya siswa itu suka dengan semua aktifitas di sekolahnya, baik dari guru, kelas pelajaran dan sebagainya. Hal ini hanya akan mungkin terjadi jika guru bisa mengetahui apa yang dianggap penting bagi siswa dan tau cara menghargainya.

Menberikan suatu kepercayaan terhadap siswa dan meyakinkan mereka bahwa mereka mampu menyelesaikannya. Guru yang baik akan selalu ada disamping siswanya jika mereka membutuhkannya.

Namun siswa juga tetap memiliki kesempatan untuk berekspresi mencoba hal baru yang muncul dari gagasan dan ide mereka sendiri. Inilah yang akan menjadikan siswa berhasil dan sukses.

Terbuka dan kolaboratif dengan tetaap melakukan intervensi bila diperlukan. Jadilah guru yang bisa menghargai opini dan ide-ide seorang siswa, perbedaan pendapat haruslah dihargai dan jadikanlah proses pembelajaran.

Guru yang baik juga seorang manusia yang baik. Jadi guru yang baik amatlah pandai dalam mempertahankan kesabarannya, juga selalu menghormati kepada siapapun.

Sifat humoris selalu tertanam di dalam kepribadiannya, ia jarang menerima pujian tetapi jika menerima pujian ia akan bilang bahwa tempat belajarnyalah yang membentuk pribadinya seperti itu.

Kiat Guru Di Dalam Kelas

Sebagai seorang guru menjadi inspirasi bagi para siswanya sangatlah diharuskan. Kekuatan ilmu, karisma, moral, serta keberanian seringkali menjadi sumber inspirasi bagi orang lain.

Guru harus bisa menjadi sosok yang dikagumi oleh siswa-siswanya, jadi tanpa berkata siswa akan mengikuti dengan sendirinya.

Guru harus bisa menjadi sosok pembangkit semangat, pendorong potensi,dann penggerak aksi. Berbaga motifasi pendekatan harus dilakukan oleh guru sebagai sarana pembangkit potensi siswa.

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi motivasi manusia dalam berbuat

  • Tujuan yang jelas

Seseorang yang tidak tahu arah tujuan dari belajar mereka tidak akan bersemangat karena mereka tidak tahu buat apa belajar.

 

  • Tantangan

Ketika dihadapkan dengan tantangan secara naluri manusia akan melakukan suatu tindakan untuk menghadapi atau menghindari tantangan tersebut. Dan tantangan tersebut akan menjadi rangsangan untuk sukses.

 

  • Tanggung jawab

Seseorang yang diberi tanggung jawab akan cendrung memiliki motivasi kerja yang tinggi. Tanggung jawab dapat mendorong sesesorang untuk belajar atau bekerja.

 

  • Kesempatan untuk maju

Setip orang akan melakukan banyak hal agar dapat mengembangkan kemampuan dirinya, jika dengan belajar mereka menganggap bahwa dirinya akan lebih berpotensi maka semangat mereka untuk belajar akan lebih kuat.

 

  • Kepemimpinan

Kepemimpinan bagi diri sendiri, akan mengarahkan dirinya untuk menjadi orang yang lebih baik. Kepemimpinan bagi orang lain adalah kempuan untuk mengarahkan orang lain untuk menjadi lebih baik.

Puncak prestasi akan diraih jika seseorang mau mengeluarkan dan mencurahkan seluruh kemampuannya untuk menjadi yang terbaik. Ia tidak akan mudah puas dengan apa yang telah diraihnya dan selalu ingin mencapai prestasi diatasnya.

Pada intinya motifasi adalah kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam kegiatan belajar mengajar motivasi bisa dikaitkan dengan keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang mampu menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar.

Tujuh Tips Aplikasi Pembelajaran Aktif Dan Kreatif

metode pembelajaran

Tujuh tips efektif yang akan kita bahas kali ini bertujuan supaya guru lebih mudah dalam mengaplikasikan pembelajaran aktif dan kreatif, namun semua itu tidak lepas dari kesungguhan dan semangat dalam mengabdikan diri, dan terus menerus mau berusaha untuk memperbaiki kesalahan demi tercapainya cita-cita yang lebih baik.

Janganlah sampai guru mengalami kegagalan atau gagap dikarnakan banyaknya perubahan revolusi pengetahuan dan teknologi. Hal-hal baru harus lah terus diserap serta dikembangkan.

Dengan begitu guru akan mampu menjadi sosok yang dibanggakan siswa-siswanya serta bisa menjadi sumber inspirasi serta motivasi bagi para siswa dalam meraih prestasi di panggung dunia.

Tujuh tips efektif ini akan membantu guru untuk menemukan gaya mengajar yang dapat menggugah semangat serta membangkitkan prestasi siswa.

Namun tips-tips ini tidak akan bisa membantu apapun jikalau guru berlaku pasif dalam mengembangkan pengetahuan dan teknologi.

Mentalitas yang dinamis, progresif, dan produktif akan berkembang dengan pesat melalui tujuh tips dibawah ini.

Saat ini lah saatnya guru membuktikan pada dunia bahwasannya mereka bisa mengubah dunia dengan melahirkan anak-anak didik yang berkualitas sehingga mampu mengukur prestasi yang spectakuler di dunia.

Memprioritaskan Pelatihan Guru

Ujung tombak pembelajaran aktif dan kreatif ini adalah guru, karena di tangan gurulah terletak efektif dan tidaknya bembelajaran yang dimaksud. Sebab itu inti dari program ini adalah mengadakan pelatihan guru secara intensif dan ekstensif.

Pelatihan guru yang kita maksud ini lebih baik mendatangkan trainer yang mumpuni dalam bidangnya yaitu pembelajaran aktif dan kreatif sehingga bisa menuai hasil yang memuaskan baik secara teori maupun praktek.

Pelatihan yang kita pelajari inii membutuhkan perencanaan yang cukup matang, agar tidak mengganggu proses mengajar harian. Cara yang biasa kita gunakan yaitu bertahap, misal dalam sekali pelatihan ada beberapa guru yang mengikuti dan begitu seterusnya sampai semua guru mau mengikutinya.

Sebelum memulai pelatihan sebaiknya guru sudah dibekali dengan refrensi yang ada kaitannya dengan pembelajaran aktif dan kreatif. Sehingga pelatihan hanya untuk mendalami materi-materi dan pematangan diri dengan caara praktik langsung.

Selain iti guru juga harus bisa membekali dirinya dengan banyak membaca buku-buku yang berkaitan dengan pembelajaran aktif dan kreatif guna menambah wawasan dan cakrawala pemikirannay, sehingga siswa menjadi mantab karena bisa mendapatkan ilmu darinya dan kepercayaan guru itu sendiri pun akan meningkat.

Optimalisasi  Microteaching

Hal ini akan menjadi trobosan progresif dalam pengajaran. Microteaching sering dijadikan sarana untuk mengukur kemampuan mengajar calon guru, senhingga bisa bermanfaan untuk mematangkan kemampuan guru.

Microteaching ini bisa dijadikan laboratorium pengajaran yang efektif sebagai sarana mengasah profesionalitas guru dalam memerapkan pembelajaran aktif dan kreatif.

Didalam microteaching ini tiap guru memiliki peluang yang sama untuk mendemonstrasikan kemampuan mengajarnya ala pembelajaran aktif dan kreatif, kemudian akan dinilan dan dievaluasi, sehingga kepala sekolah dapat mengetahui siapa saja guru yang sudah bisa memahami dan mempraktikkan pembelajaran aktif dan kreatif.

Guru yang sudah sempurna tinggal ditingkatkan kemampuannya, sedangkan guru yang belum mumpuni diberdayakan terus menerus sampai mereka menguasai pembelajari ini.

Dalam realisasinya microteaching akan lebih efektif jika ada narasumber misal dosen, yang akan mengevaluasi proses pembelajaran yang disampaikan.

Dalam pelatihan sertifikasi guru ada waktu khusus mengaplikasikan pembelajaran ini.

Mencoba Teamteaching

Merupakan sebuah sistem mengajar yang diasuh oleh bebrapa guru.

Dalam konteksnya pembelajaran aktif dan kreatif, teamteaching bisa diaplikasikan untuk mengevaluasi secara langsung kelemahan dan kelebihan pengajaran masing-masing.

Bagi guru teamteaching ini membutuhkan mental juga kapasitas ilmu yang matang, karena saat mengajar ia tidak hanya ditemani oleh sisw tetapi juga guru. Halini bisa jadi dampak positif untuk guru tersebut sehingga dapat tergugah untuk membaca dulu sebelum mengajar.

Menerapkan Moving Class

Ini merupakan suatu pembelajaran dimana siswa harus bepindah-pindah kelas sesuai mata pelajaran yang akan diajarkan.

Sistem seperti ini tentunya membutuhkan dana yang tidak sedikit karena harus menyediakan sarana untuk praktik.

Keterbatasan anggaran memang harus dicarikan trobosan dinamis, namun hal ini janganlah sampai mengendorkan semangat dan idealisme untuk memajukan pendidikan.

Meski dengan cara yang sederhana, hal ini bisa dipraktikkan dengan cara bertahap. Tidak harus menunggu fasilitas memenuhi karena hal itu bisa membutuhkan waktu yang cukup lama.

Berlatih Membuat Ice Breaker

Belajar identik dengan hal yang membosankan dan mengerutkan dahi, jadi para siswa tidak mau terlalu lama untuk belajar. Guru harus bisa membuat solusinya yaitu ice breaker (memecah kebekuan) supaya suasana menjadi enjoy, humoris dan tidak tegang.

Keahlian seperti ini diperlukan oleh guru agar ada kedekatan emosional antara guru dengan siswa, dengan ice breaker mereka menjadi segar kembali dan bersemangat untuk melanjutkan pelajaran.

Dalam konteks ini guru bisa belajar sendiri kepada orang-orang yang memiliki kemampuan dibidang ini, misal seorang pendakwah yang biasanya memiliki cerita-cerita humoris namun mendidik.

Membuat Diktat Praktis

Hal ini masih bisa dikatakan elite di negeri, namun itulah yang seharusnya.

Adanya majalah yang memberikan kolom khusus guru untuk menulis dapat mendorongnya untuk berlatih menulis secara profesional.

Menulis merupakan profesi yang membutuhkan ketekunan, bersungguh-sungguh dan kreatifitas yang tinggi yang dilalui dengan proses waktu yang cukup panjang.

Sedikit Bicara Banyak Diamnya

Disini kita harus membedakan karena sifatnya berlawanan. Guru yang baik adalah guru yang sedikit bicara banyak diamnya, sedangkan bagi siswa adalah banyak bicara sedikit diamnya.

Guru harus berusaha menahan diri untuk tidak banyak bicara, berilah kesempatan kepada sisa untuk mengekspresikan gagasannya dan pemikirannya secara leluasa karena hal ini akan mempercepat proses pembelajaran siswa, sehingga mereka semakin semangat lagi untuk banyak membaca, memahami, menganalisa, dan mengikuti perkembangan pengetahuan dan informasi kontemporer.

Apabila seorang guru sudah mampu menggali potensi anak didik, maka ia akan mendapatkan kepuasan batin da soal materi pasti akan mengikutinya.

Guru memiliki tanggung jawab besar dalam menyadarkan siswa untuk menggali srta mengembangkan potensi terbesarnya, sehingga bisa terlahir dari dunia pendidikan orang-orang besar dalam sejarah peeradaban dunia yang telah mewariskan mutiara pengetahuan bagi generasi selajutnya.

Sedikit bica banyak diam bukan berarti mematikann kreativitas guru, tetapi menjadi strategi efektif supaya siswa berani berbicara, berdebat dan mempertaajam analisanya, sehingga mereka mampu merasakan iklim akademis yang kondusif bagi pengembangan intelektualitasnya.

Guru hanya mengawasi dan baru akan turun tangan ketika terjadi silang pendapat yang bisa mengakibatkan terjadinya pertengkaran fisik sehingga diskusi bisa tetap berjalan dengan efektif.

Di akhir pelajaran guru memberikan catatan dan kesimpulan serta tambahan informasi yang menggugah dan menyadarkan siswa bahwasannya pengetahuan mereka masih sedikit dari lautan pengetahuan yang disediakan Tuhan semesta alam.,

Sehingga mereka tidak merasa pintar dan sukses, masih cukup banyak pengetahuan yang belum mereka kuasai dan kembangkan.

Di akhir penyajian materi, guru juga harus memompa semangat belajar siswa agar terus mau berusaha memburu mutiara ilmu pengetahuan yang tiada bertepi di sepanjang hayat.

 

Add Comment