Manusia dan Saudara Empatnya (Sedulur papat kalima pancer)

sedulur papat kalima pancer

web.unical.ac.id

Para saudaraku sekalian, ketahuilah bahwa sebenarnya tiap-tiap manusia itu terlahir dengan keunikannya masing-masing (Sedulur papat kalima pancer). Tidak ada manusia yang sama persis, didalam diri manusia/manungso itu pasti memiliki suatu kelebihan masing-masing yang tidak sama dengan manusia yang lain.

Untuk hal ini Mari kita bersama-sama melihat tentang masing-masing keunikan kita itu yaitu Sedulur papat kita, atau yang lebih dikenal dengan empat malaikat pendamping kita.

Masing-masing dari mereka pasti memiliki keunikan dan kelebihan sendiri-sendiri. Meskipun mereka berada untuk membantu kita tentang dan soal uusan apapun namun Mereka berempat tidak memiliki karakter yang sama, meskipun mereka menempati satu tubuh yaitu wujud raga kita.

Kakang Kawah

Kakang kawah merupakan Saudara kita yang pertama, yang lebih di kenal dengan sebutan Mutmainah. Ciri khas yang menonjol dengan warna putih, dan condong ke arah timur, serta memiliki sifat dan sikap lemah lembut, halus dan penuh perasaan.

Adi Ari-Ari

Sedangkan Adi Ari-ari merupakan saudara kita yang kedua, yang lebih di kenal dengan sebutan Aluamah. Berciri khas dengan warna kuning, dan condong ke arah selatan, serta memiliki sipat dan sikap yang konsekwen dan tegas.

Getih (darah)

Sementara saudara kita yang ketiga, yaitu darah, yang lebih di kenal dengan sebutan Nafsu Amarah. Berciri khas warna merah, dan condong ke arah barat, memiliki sipat dan sikap keras dan emosional.

Saudara Tunggal Ketok Puser

Saudara Tunggal Ketok Puser kita yang ke’empat, yang lebih di kenal dengan sebutan Nafsu Supiyah. Berciri khass dengan warna hitam, dan condong ke arah utara, serta memiliki sipat dan sikap pendiam dan pemalu.

Mereka berempat itu juga memiliki ilmu kesaktian yang berbeda-beda pula. Mutmainah berinti kesaktian air. Aluamah berinti kesaktian angin. Amarah berinti kesaktian api dan Supiyah berinti kesaktian bumi/tanah.

Keempatnya juga memiliki kebutuhan yang berbeda-beda, namun hal itu sesuai dengan tugas yang di amanahkan oleh Dzat Maha Suci Tuhan kepada mereka masing-masing.

Seperti Mutmainah, contoh misalnya, yang berinti kesaktian air, dia butuh di jaga dan di rawat serta di lestarikan atau di manfaatkan sesuai Firman Dzat Maha Suci Tuhan, yang di amanahkan kepadanya.

Jika tidak di jaga dan di rawat serta di lestarikan atau dimanfaatkan sesuai Firman Dzat Maha Suci Tuhan maka bencana Sunami-lah yang akan terjadi. Begitu juga dengan ketiga saudara kita yang lainnya.

Mereka semua Butuh di jaga dan di rawat serta di lestarikan atau di manfaatkan sesuai Firman Dzat Maha Suci Tuhan, yang di amanahkan kepadanya.

Jikalau tidak begitu maka jatuh bangunlah kita di dalam bergerak iktiyar/ibadah, panas dinginlah situasi dan kondisi kita dibuatnya.

Ketahuilah Wahai Saudaraku Sekalian

sedulur papat

melodlist.com

Karakter sipat dan sikap serta kesaktian dari keempat saudara kita ini Jika berhasil di manunggalkan atau di satukan maka yang akan terjadi Bukan saja hanya indah, bak tumbuhan di taman bunga. Tapi juga luar biasa hebat kekuatannya.

Karena semua yang mereka miliki itu, baik sipat sikap dan ilmunya, asli dan langsung berasal dari Dzat Maha Suci, tanpa perantara apapun dan siapapun.

Yang jelas dan pasti kita punya hak untuk memiliki mereka, karena mereka adalah milik kita dan berada di dalam diri kita, serta mereka berada dalam diri kita karena mengemban tugas/amah dari Dzat Maha Suci Tuhan untuk kita.

Coba renungkan dengan kesadaran murni kita, andai kita mengenal mereka berempat, dan memanunggalkan/menyatuka mereka berempat maka kita tidak perlu puasa atau bertapa untuk mendapatkan ilmu brajamusti atau rawarontek atau braja teluh.

Karena kesaktian ke’empat saudara kita itu pasti tidak ada yang bisa menandingin, karena ilmu milik mereka berempat merupakan ilmu yang di berikan langsung oleh Dzat Maha Suci Tuhan kepada mereka berempat dan kita diperbolehkan untuk membudidayakannya.

Tapi jangan berpikir bahwa siapapun orangnya kalau sudah mengenal dan mengusai sedulur papatnya pasti akan sombong, adigang adigung adiguna. Dimanapun ia berada akan mencari masalah dan gara-gara… Oh… TIDAK begitu.

Karena siapapun dia jika mampu dan berhasil mengenal dan memanunggalkan sedulur papatnya. Pasti akan seperti tanaman PADI.

Artinya semakin kita mengenal sedulur papat, sudah pasti akan semakin menunduk, itulah Padi, jika tidak menunduk, berati gabug, padi itu tak berisi. Karena keberhasilannya dalam menyatukan/memanunggalka sedulur papat, pasti akan bersua dengan Guru Sejatinya, yaitu Hidupnya sendiri.

Jadi, sudah pasti tentu kan… apa yang akan dialaminya.

KESIMPULAN

Kita tidak perlu menjatuhkan diri, dengan kekaguman yang berlebihan, kepada orang lain, sehingga menimbulkan perasaan iri, dengkin, benci dll.

Karena kita semua sama uniknya, sama-sama memiliki keunggulan masing-masing. Jika kita menginginkan sebuah keunggulan, maka tugas kita adalah menggali rasa yang meliputi seluruh tubuh kita, karena di dalam tubuh kita ada Firman Dzat Maha Suci Tuhan kita, yang bisa menjamin Hidup Mati dan Dunia Akherat kita.

Kita harus membangun potensi diri kita, agar menjadi unggul juga. Dengan Cara apapun, silahkan,,, asal Kita bisa berhasil.

Mau dengan cara mengamalkan Wahyu Panca Gha’ib menggunakan Wahyu Panca Laku, atau hanya mengamalkan Wahyu Panca Gha’in thok, atau dengan cara agama, atau dengan cara kejawen, atau dengan cara kebatinan, atau dengan cara bertapa atau bla,,,bla,,,bla,,, lainnya. Silahkan…

asalkan kita mampu menjalankannya, dengan iman yang sungguh-sungguh, dan baik serta benar-benar yakin kita bisa berhasil. SILAHKAN….

Jadi,,,takusah kita buang dan jangan menghabiskan waktu dan kesempatan kita, untuk mengusik dan mengolok-olok agama atau kepercaya’an atau keyakinan atau ilmunya orang lain tanpa usaha dari diri sendiri untuk mengembangkan diri pribadinya sendiri. SETUJU….?!

Popularitas Laku Spiritual apapun itu Model dan Bentuknya, tidak untuk menunjukan keunggulan sebenarnya. Tidak perlu rendah diri. Tidak perlu tinggi diri.

Apa lagi sampai lupa diri, semua orang memiliki potensi dan kesempatan serta hak yang sama besarnya, dengan keunikan masing-masing. Keunikan ini muncul dari ketertarikan kita untuk beriman satu saja.

Yaitu Dzat Maha Suci Tuhan/Allah/Gusti dan bla,,,bla,,,bla,,, sebutan lainnya, dari Proses Perjalanan Spiritual Hidup Kita Sendiri, dan dari Sistem Cara Pandang Kita Sendiri. Inggat itu…!!!

Add Comment