Tata Cara Sholat Dhuha

Bagi umat islam istilah Sholat Dhuha tentu sudah sangat familiar di telinga mereka, karena selain menjadi ibadah sunnah Sholat Dhuha merupakan do’a yang diriwayatkat bisa memperlancar rizki. Tentunya keberkahan rizki yang telah diperoleh yang dimaksudkan.

Tata cara Sholat Dhuha sebenarnya sama seperti shalat sunnah lain pada umumnya. Perbedaannya itu terdapat pada niatnya, do’a-do’anya dan bacaan-bacaannya.

Sholat sunnah yang satu ini cukup akrab dengan ummat islam tentunya, karena Sholat Dhuha merupakan salah satu amalan ibadah yang cukup istimewa dari beberapa ibadah-ibadah sunnah lainnya.

Sholat Dhuhamerupakan amalan yang sangat dianjurkan oleh para pendahulu-pendahulu umat islam, karena Sholat Dhuha ini mepunyai beberapa keutamaan.

Di dalam beberapa hadits juga diterangkan manfaat-manfaat Sholat Dhuha diantaranya sebagai permohonan pengampunan dosa, bertambahnya keberkahan dalam hidup dan masih banyak keutamaan lainnya.

Sebagaimana telah diriwayatkan oleh At Tirmidzi dan Ibnu Majah bahwa:

” Siapa yang membiasakan (menjaga) sholat dhuha, dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.”

Keutamaan lain dari Sholat Dhuhaialah tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang lalai dalam mencari rahmat Allah SWT.

” Orang yang mengerjakan sholat dhuha tidak termasuk orang-orang yang lalai,” (HR Al Baihaqi dan An Nisa)

Sholat Dhuhajuga memiliki keutamaan lain yaitu termasuk bagian dari sedekah. Dalam hadis riwayat Muslim, sebagaimana Rosulullah Muhammad SAW telah bersabda:

“ Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat munkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan Sholat Dhuha dua rakaat.”

Macam-Macam Keutamaan Sholat Dhuha

sholat dhuha

twitter.com

1. Merupakan Sunnah Rasulullah

“ Shalat dhuha adalah wasiat khusus dari Nabi kepada Abu Hurairah dan kepada seluruh umat beliau secara umum.” (Imam Thabari)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu yang berkata:

” Kekasihku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) memberikan pesan (wasiat) kepadaku dengan tiga hal yang tidak pernah aku tinggalkan hingga aku meninggal nanti.

Yaitu puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha, dan tidur dalam keadaan sudah mengerjakan shalat witir.” (Muttafaqun ‘Alaih. Al-Bukhari no. 1981. Muslim no. 721)

2. Dibangunkan Sebuah Rumah di Surga

Mereka yang rajin mengerjakan Sholat Dhuha maka akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini sesuai dengan hadits Rosulullah Muhammad SAW:
“ Barang siapa yang shalat dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga.” (Shahih al-Jami’ No. 634)

3. Berpahala Seperti Orang Pergi Haji dan Umroh

Keutamaan Sholat Dhuhayang waktunya dilakukan setelah shalat subuh berjamaah dan dzikir hingga terbit Matahari bertanda waktu fajar adalah seperti mendapat pahala bagi orang yang pergi haji dan umroh.

Diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
” Barangsiapa melaksanakan shalat subuh berjama’ah kemudian ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga terbit Matahari, lalu ia mengerjakan shalat dua rakaat, maka ia seperti memperoleh pahalanya haji dan umroh.” (HR. Tirmidzi No. 586)

4. Termasuk Shalat Awwabin

Diantara keutamaan Sholat Dhuha yang lain ialah termasuk dalam shalat awwabin, yaitu sholatnya orang-orang yang taat. Seseorang yang Rutin mengerjakan Sholat Dhuhamenjadikan seseorang dicatat sebagai orang-orang yang taat.

Abu Hurairah ra meriwayatkan hadis dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam:
“ Tidaklah seseorang menjaga shalat sunnah dhuha melainkan ia adalah awwab (orang yang kembali taat). Sholat dhuha ini adalah shalat awwabin.” (HR. Ibnu Khuzaimah)

5. Dicukupkan Rezeki

Dalam hadits qudsi, Allah menjelaskan bahwa akan mencukupkan rezeki bagi hamba-hamba-Nya yang mau mengerjakan Sholat Dhuha secara rutin.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

“ Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad).

Sungguh sangat luar biasa keutamaan-keutamaan Sholat Dhuha jika dilakukan secara rutin. Hal Ini semua menunjukkan bahwasannyaSholat Dhuhasangat dianjurkan bagi ummat islam khususnya.

Hukum Mengerjakan Sholat Dhuha

Hukum menjalankan Sholat Dhuha adalah sunnah muakkad. Artinya hukum sunnah yang sangat dianjurkan, sebab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri melakukannya dan menjadikannya sebagai suatu wasiat.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu yang berkata:
” Kekasihku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) memberikan pesan (wasiat) kepadaku dengan tiga hal yang tidak pernah aku tinggalkan hingga aku meninggal nanti.

Yaitu puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha, dan tidur dalam keadaan sudah mengerjakan shalat witir.” (Muttafaqun ‘Alaih, Al-Bukhari No. 1981, Muslim No. 721)

Syarat Sah Mengerjakan Sholat Dhuha

Sebenarnya syarat sah untuk mengerjakan Sholat Dhuha sama saja seperti sholat pada umumnya. Sebelum sholat, disyaratkan untuk suci dari hadas kecil dan hadas besar; suci badan, pakaian dan tempat dari najis; menutup aurat; mengetahui masuknya waktu sholat; dan menghadap kiblat.

Waktu Mengerjakan Sholat Dhuha

Waktu sholat dhuha berlangsung beberapa jam, dimulai sejak Matahari terbit (naik) hingga condong ke barat. Waktu sholat dhuha sendiri terbagi menjadi dua bagian:

1. Awal Waktu Sholat Dhuha

Untuk awal waktu Sholat Dhuha ini dimulai dari 20 menit setelah Matahari terbit. Ini sesuai dengan keterangan hadis yang diriwayatkan oleh ‘Amr bin ‘Abasah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“ Kerjakanlah shalat subuh kemudian tinggalkanlah shalat hingga matahari terbit, sampai matahari naik. Ketika matahari terbit, ia terbit di antara dua tanduk setan, saat itu orang-orang kafir sedang bersujud (menyembah Matahari).” (HR. Muslim)

2. Akhir Waktu Sholat Dhuha

Akhir waktu Sholat Dhuha adalah 15 menit sebelum masuk waktu sholat zhuhur.

Namun waktu terbaik atau utama untuk mengerjakan Sholat Dhuha adalah di waktu yang akhir atau seperempat siang, yaitu dalam keadaan yang semakin panas. Itu sesuai dengan hadis yang diriwayatkan oleh Zaid bin Arqam.

Zaid bin Arqam melihat orang-orang mengerjakan shalat dhuha (di awal pagi). Dia berkata, “ Tidakkah mereka mengetahui bahwa shalat di selain waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Shalat orang-orang awwabin (taat; kembali pada Allah) adalah ketika anak unta mulai kepanasan’.” (HR. Muslim)

Niat dan Tata Cara Sholat Dhuha

Tata cara Sholat Dhuha sebenarnya sama seperti shalat sunnah lain pada umumnya, yaitu shalat dua rakaat dengan satu salam. Perbedaan tata cara sholat dhuha dari shalat sunnah lainnya terletak pada bacaan niat, doa, dan waktunya.

Shalat sunnah dhuha paling sedikit dikerjakan sebanyak 2 rakaat. Namun sebagian ulama tidak membatasi. Ada yang mengatakan 12 rakaat, ada juga yang mengatakan bisa lebih banyak lagi hingga waktu dhuha habis sesuai kemampuannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri kadang mengerjakan sholat dhuha 4 rakaat. Namun beliau pernah melaksanakan Sholat Dhuha hingga 8 rakaat. Ini sesuai dengan hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berikut:

Dari Ummu Hani’ binti Abi Thalib:

” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengerjakan sholat dhuha sebanyak 8 rakaat. Pada setiap dua rakaat, beliau mengucap salam.” (HR. Abu Dawud)

Niat Sholat Dhuha

Membaca niat Sholat Dhuha sebelum takbirotul ihram hukumnya sunnah menurut madzhab Syafi’i dan Hambali. Fungsi dari mengucap niat Sholat Dhuha itu adalah untuk mengingatkan hati kita sehingga lebih mantap dan khusyu’ dalam menjalankan shalatnya.

Sedangkan menurut madzhab Maliki dan Hanafi, mengucap niat sholat dhuha sebelum mengangkat tangan dan takbirotul ihram tidak disyariatkan, kecuali bagi orang yang was-was (ragu-ragu dengan niatnya).

Kedua madzhab tersebut menyebutkan bahwa niat sholat dhuha cukup dilafalkan di dalam hati saja. Karena mengucap niat sholat dhuha adalah khilaful aula (menyalahi keutamaan) dan bid’ah (tidak dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam).

Terlepas dari perbedaan tersebut, bacaan niat sholat dhuha pada umumnya adalah
USHOLLI SUNNATADH DHUHAA ROK’ATAINI MUSTAQBILAL QIBLATI ADAA’AN LILLAAHI TA’AALAA.
Artinya: “ Aku niat shalat sunnah dhuha dua rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Sholat Dhuha 2 Rakaat

Untuk tata cara sholat dhuha 2 rakaat adalah sebagai berikut:
a. Niat sholat dhuha
b. Takbirotul Ihram
c. Membaca Doa Iftitah (Sunnah)
d. Membaca Surah Al-Fatihah
e. Membaca Surah Ad-Dhuha
f. Ruku’ dengan tuma’ninah
g. I’tidal dengan tuma’ninah
h. Sujud dengan tuma’ninah
i. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
j. Sujud kedua dengan tuma’ninah
k. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
l. Membaca Surah Al-Fatihah
m. Membaca Surah As-Syams
n. Ruku’ dengan tuma’ninah
o. I’tidal dengan tuma’ninah
p. Sujud dengan tuma’ninah
q. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
r. Sujud kedua dengan tuma’ninah
s. Tasyahud Akhir dengan tuma’ninah
t. Salam
u. Membaca doa sholat dhuha

Demikianlah tata cara sholat dhuha 2 rakaat. Setelah selesai mengerjakan sholat dhuha dianjurkan untuk banyak berdoa.

Tata Cara Sholat Dhuha 4 Rakaat

Bagaimana tata cara sholat dhuha 4 rakaat? Tata cara mengerjakan shalat dhuha 4 rakaat sebenarnya sama dengan yang 2 rakaat. Sholat dhuha dikerjakan dua rakaat salam, setelah itu dua rakaat salam. Begitu juga dengan shalat dhuha 8 rakaat dan seterusnya.

Doa Sholat Dhuha

Sebenarnya tidak ada doa khusus yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam setelah selesai sholat dhuha. Sehingga dalam kitab-kitab Fiqih, para ulama sama sekali tidak mencantumkan doa sholat dhuha.

Namun ada satu doa sholat dhuha yang populer dipanjatkan oleh kaum Muslim di seluruh dunia. Seperti dijelaskan sebelumnya, doa ini bukanlah berasal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

ALLAHUMMA INNADHDHUHA-A DHUHA-UKA, WALBAHAA-ABAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWAATUKA, WAL QUDROTA QUDROTUKA, WAL ‘ISHMATA ISHMATUKA.
ALLAHUMA INKAANA RIZQII FISSAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’SIRON FAYASSIRHU, WAINKAANA HAROOMAN FA THOHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QORIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDROTIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHOOLIHIiN.

Artinya: “ Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu dan kekuatan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hambaMu yang shalih”.

Doa ini dicantumkan oleh Asy Syarwani dalam Syarh Al Minhaj dan disebutkan pula oleh Ad Dimyathi dalam I’anatuth Thalibiin.

Meskipun bukan berasal dari Nabi, kita boleh saja membaca doa tersebut dan doa lainnya asalkan semua itu baik.
Demikianlah panduan niat dan tata cara sholat dhuha lengkap, dengan bacaan doa sesuai sunnah. Semoga panduan sholat dhuha ini bermanfaat bagi kita semua. Amin

Add Comment