Menggapai Sukses Dunia Akhirat

Salam Rahayu bagi semua saudaraku yang terkasih di manapun berada.
Pada pembahasan artikel kali ini saya akan memberikan ilustrasi atau gambaran tentang kesempurnaan hidup di dunia dan akhirat secara jelas dan lebih mudah untuk di pahami.

Saudara-saudariku yang terkasih di manapun engkau berada, ketahuilah… apapun dan siapapun itu manusia ciptaan Allah STW Setelah bapak Adam dan ibu Hawa semuanya Berawal dengan; Inna Lillaahi Wa Inna Ilaihi Roji’un.

Dan apapun itu yang terjadi Setelah nabi Adam dan ibu Hawa. Berakhir dengan; Inna Lillaahi Wa Inna Ilaihi Roji’un.

Kalimat di atas cukuplah terkenal, familiar, dan sangat venomenal tentunya bagi kalangan manusia yang beragama islam. Dalam keilmuan jawa lebih dikenal dengan “sangkan paraning dumadi”.

Kalimat Inna Lillaahi Wa Inna Ilaihi Roji’un, yang pertama adalah merupakan sesuatu yang berkaitan dengan

Kesempurnaan Hidup/Dunia.

sukses dunia akhirat

alimancenter.com

Dan kalimat Inna Lillaahi Wa Inna Ilaihi Roji’un yang kedua adalah sesuatu yang berkaitan dengan Kesempurnaan Mati/Akherat.

Sahabatku yang terkasih ketahuilah dengan kesadaranmu… Siapapun dia, jika berkeinginan Sukses Dunia Akhirat. Mengenal Hidup. Mengenal Guru Sejati. Dalam kata lain, mencari Jati Diri yang sebenarnya.

Disadari ataupun tidak, disengaja atau tidak disengaja. Sesungguhnya, dia sedang berusaha untuk mencari tahu, tentang siapa dan bagaimana itu, Hyang Maha Suci Hidup yang lebih dikenal dengan sebutan Allah SWT atau Tuhan Sesembahan yang selalu dipuja dan dipujinya.

Oleh karena itu apapun dan siapapun itu tidak akan ada yang bisa menghalanginya, menggodanya, apa lagi menggagalkannya, kecuali Tuhan sendirilah yang bisa. Artinya selain Tuhan tak ada yang bisa menggagalkan tekad dan niatnya.

Sebab, jika kita sedang belajar mengenal Jati Diri, yang artinya mengenal Guru Sejati-Nya (. Maka sepenuhnya dia menjadi milik tuhan, dan akan menjadi urusan-Nya, bukan yang lainnya..

“Sesungguhnya Aku itu dekat melebihi urat nadi”.

“barang siapa yang mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta, apabila ia mendekati-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa dan apabila ia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari”

Ayat diatas meberikan pemahaman bahwa barang siapa yang sedang berjalan untuk mengenal Allah SWT/Tuhan maka tidak akan ada satupun mahkluk yang bisa menghalangi dan menggodanya, karena sesungguhnya kita sedang dekat dengan-Nya bahkan sudah bersama dengan Hyang Maha Suci.

Jadi siapapun dia jikalau ingin menemukan Sukses Dunia Akhirat haruslah siap, mau, dan rela untuk mengembara atau melakukan proses perjalanan pencarian, tidak bisa hanya dengan berpangku tangan menghitung tasbih, duduk bersilah membaca doa japa mantera, itu tidak bisa.

Semua itu harus dimulai dengan lakon dan laku, sebagai titik awal permulaan sebagai sebabnya.

Perjalanan Sukses Dunia Akhirat

Orang yang sedang melakukan perjalanan ini disebut dengan musafir atau istilah gaulnya pengembara, yang artinyamanusia yang sedang melakukan perjalanan jauh.

Mengapadisebut dengan perjalanan jauh? Karena yang namanya Diri/Hidup itu Ghaib, tidak kasat mata dan tidak akan bisa dinalar dengan logika bahkan akan semakin membingungkan bagi yang tidak mengetahui ilmunya.

Krena seseorang sedang dalam perjalanan yang amat jauh layaknya musafir, sudah tentu orang tersebut tidak akan membawa bawaan yang terlalu berat yang hanya akan menambah bebannya saja.

Orang tersebut hanya akan membawa sesuatu yang bermanfaat dan berguna dalam perjalanannya nanti,
Selain itu orang yang ingin menggapai kesempurnaan ini haruslah menyiapkan mental dan tekat yang kuat.

Dalam perjalanan menuju Sukses Dunia Akhirat ini ia akan sering mengalami keterpurukan, yang bisa melemahkan fisiknya.

Setelah semua perbekalan disiapkan beserta mental dan tekatnya yang sekuat baja, lalu jika orang tersebut bergerak selangkah saja dari tempatnya semula, maka ia sudah disebut telah memulai perjalanan sebagai Sang Pencari Tuhan (Musafir/Pengembara).

Dan dimulai dari sinilah, kita menjadi milik Penguasa Semesta Alam yaitu Tuhan dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab-Nya, tak ada satupun mahkluk yang di ijinkan untuk ikut campur didalamnya.

Guru Sejati

sukses dunia akhirat

m.inilah.com

Guru sejati merupakan sosok guru yang selalu memberikan ilmu pengetahuannya kepada seorang murid yang sedang dibimbingnya. Dia tidak akan pernah berbohong dalam mengajarkan ilmunya meski sang murid terkadang membangkang.

Guru Sejati yang sedang dicari sebenarnya adalah Hidup kita sendiri, yang sedang bersemayam didalam wujud/raga kita, sejak awal kita di ciptakan, hingga di lahirkan ke dunia dan sampai kini.

Ketidak tahuan kitalah yang menyebabkan kita terbelenggu dalam kebodohan dan kebingungan jangka panjang sehingga berusaha mencari kesana sini, berbagai cara di lakukan, bermacam sarana di gunakan, itulah yang di sebut

Proses Sukses Dunia Akhirat.

Usaha yang dilakukan dengan tekad besi dan mental baja inilah, yang akhirnya Sang Guru Sejati menjadi terenyuh/tergugah dan tidak sampai hati menyaksikan kita yang mau tersiksa demi menemukan-Nya kesana sini mencari-Nya. Maka di bukakanlah jalan untuk menujunya.

Sang Maha Suci

Secara garis besarnya Allah SWT itu Maha Suci, dan yang namanya suci itu tidak bisa dicampuri atau tercampuri oleh apapun. Lalu Sang Guru Sejati mengharuskan kita untuk menanggalkan semua dan segalanya yang melekat pada raga/wujud, secara suka rela maupun secara paksa.

Proses Yang Harus Dilalui

Setiap sesuatu tujuan pasti memiliki prosesnya masing-masing, tergantung pada hal apa yang akan ditujunya. Dan inilah gambaran proses untuk meng gapai Sukses Dunia Akhirat.

Proses yang terbilang tak mudah ini akan dirasakan oleh setiap pelaku atau pejalan, namun hal ini bergantung pada kesiapan mental dan tekat pelaku tersebut.

Misalkan saat Allah SWT mengharuskan kita untuk menanggalkan semuanya yang melekat pada raga/wujud kitamaka kita harus benar-benar rela/legowo, misalkan kita kehilangan waktu, pekerjaan, nama baik, harta, tahta, wanita, ilmu dll kita harus tetap rela dan legowo.

Belum lagi kita akan dihina, di remehkan, di benci, di fitnah dll. Namun jikalau kita menerimanya dengan penuh keihlasan dan kerelaan semua itu akan terasa ringan seperti melepaskan baju/celana di saat kita hendak mandi.

Tetapi bagi yang masih setengah-setengah di dalam menjalankannya atau masih merasa ragu, maju apa mundur, terus apa tidak, sementara keinginan untuk Sukses Dunia Akhirat yang bersemayam dalam dirinya sudah tidak bisa terelakan namun masih tetap merasa sayang dengan apa yang sudah ada dan dimilikinya pasti akan terasa seperti di telanjangi di hadapan orang banyak, sakit, malu, tersiksa, pedih dsb.

Hal semacam itu akan tetap terus dirasakan selagi niyat untuk Sukses Dunia Akhirat tidak dihentikan.
Proses penelanjangan itu tidak akan pernah berhenti. Mulai dari bekal yang telah dibawa, hingga semua kepentingan dan keperluan manusiawi keduniaannya benar-benar habis dan bersih tanpa noda apapun.

Pancaran Cahaya Jiwa

Tatkala seorang anak manusia/manungso sudah bias melepaskan dirinya dari jeratan nafsu dan terbebas dari kemelekatan duniawin serta terlepas dari segala beban manusiawinya maka kita akan tahu Arti Sejatine Manungso Urip.

Selanjutnya raga kita akan memancarkan aura kebersihannya hingga bias menembus empat dimensi. Inilah yang di sebut dengan fitrah atau kesucian, seperti bayi yang baru saja dilahirkan.

Sukses Dunia Akhirat bisa kita gapai dengan kekuatan keempat dimensi yang telah kita taklukkan tadi. Dan di atas empat dimensi inilah kita bisa melihat Guru Sejati kita sendiri dengan sangat jelas.

Karena kita bisa melihat sang Guru Sejati dengan sangat jelas maka rasa rindu yang teramat dalam akan muncul dari hati sanubari yang sangat dalam, rasanya tak sanggup lagi untuk menahan diri dan ingin segera memeluknya.

Ibarat sang kekasih pujaan hati yang telah bertahun-tahun tidak ketemu hingga menimbulkan rasa rindu yang teramat dalam.

Sedulur Papat Kita

Setiap manusia itu memiliki pendamping hidup yang keberadaannya gaib karena tidak bisa terindera namun keberadaannya sangat membantu kelangsungan kehidupan manusia.

Pada saat kita bergumal dengan rasa rindu kepada Guru Sejati kita seperti di atas tadi maka Sedulur Papat akan datang menghampiri kita dengan menyapa lalu menunjukkan jalan dan caranya agar bisa Sukses Dunia Akhirat.

Kemudian sedulur papat akan berkata kepada kita: “Dia (Sukses Dunia Akhirat ) adalah milikmu seutuhnya, dan Dia tidak akan kemana-mana sebelum Allah SWT berfirman atasnya. Namun sebelum kau bisa menggapai Sukses Dunia Akhirat engkau harus bisa menaiki empat anak tangga yang menuju-Nya, karena hanya melalui jalan itulah kau bisa menggapai Sukses Dunia Akhirat”.

Tips Melewati Anak Tangga

Inilah cara termudah untuk melewati anak tangga yang dimaksud.

Keempat pendamping hidup kita akan datang dan berkata kepada kita:

“wahai anak manusia pemburu Sukses Dunia Akhirat kini engkau telah sampai di tempat ini dan ikutilah pesanku ini,nanti saat kau mulai memijakkan kakimu pada anak tangga yang akan kau lewati kami akan hadir menuntunmu, namun jika engkau keluar dari proses yang ada pada anak tangga itu maka kami akan memperalat dan memperdayamu serta memperbudakmu”.

Setelah keempat pendamping kita selesai bicara maka seketika itulah satu persatu anak tangga itu akan muncul di hadapan kita. Dan apa yang menjadi masalah kita pada saat itu maka anak tangga itulah yang akan muncul terlebih dahulu untuk menjadi anak tangga pertama yang harus kita lalui dengan laku (Ibadah yang Istiqomah).

Disini kita harus berhati-hati dan mengerahkan semua tenaga kita secara fisik dan mental, karena jika sedikit saja kita lalai dari ibadah yang istiqomah maka kita akan terpaku pada anak tangga itu dan menjadi budaknya.

Itulah perangkap yang sangat mengerikan. Jangankan untuk mengetahui kemunculan anak tangga berikutnya, mengangkat kaki dari anak tangga yang sedang di pijaknya saja pasti butuh waktu yang sangat panjang dan lama karena harus mengulangin dari awal lagi.

Namun jika kita mampu Madep Mantep dalam Ibadah yang Istiqomah maka satu persatu anak tangga itu akan menyerah dan bermunculan, dan satu persatu pula sedulur papat akan hadir menunjukan cara untuk memijaknya hingga kita berhasil mencapai anak tangga terakhir yang menjadi Titik puncak-Nya yaitu Sukses Dunia Akhirat.

Kesimpulan

Inilah yang disebut Kesempurnaan Hidup Sukses Dunia Akhirat karena pada dimensi inilah empat anak tangga yang menjadi kesukaan pendamping gaib kita telah berhasil kita dapatkan dan miliki secara syah.

Disaat kita sudah berhasil mencapai puncak tadi maka sedulur papat akan mengelilingin kita dari empat penjuru arah mata angin dunia, dan Guru Sejati akan manunggal/menyatu dengan raga/wujud kita secara syah sesuai dengan firman-Nya.

Setelah menyatu dengan raga kita maka Guru Sejati akan Bersabda untuk yang pertama kalinya dan akan terdengarkan oleh telinga kita yang pada intinya akan memberikan dua penawaran, mau melanjutkan perjalanan hingga ke Titik Kesempurnaan Mati. Atau cukup sampai disini saja (Sukses Dunia Akhirat).

Jika kau rasa cukup maka Sempurna lah engkau sebagai manusia Sukses Dunia Akhirat karena telah berhasil memiliki empat isi dunia yang paling utama, dan menjadi kesukaan sedulur papat kita secara resmi.

Namun jika masih ingin terus berlanjut ke Titik Kesempurnaan Mati/akhirat, maka sedulur papat akan merubah wujudnya menjadi wujud yang aslinya yaitu empat anasir.

Kemudian Sang Guru Sejati akan mengambil kendali penuh dan menuntun sedulur papat dan raganya kembali ke Asal-Usul Sangkan Paraning Dumadi.

Inna Lillaahi Wa Inna Ilaihi Roji’un.

SEMPURNA.

SELESAI

No Responses

Add Comment