Tujuh Tips Pembelajaran Aktif Dan Kreatif

Tujuh tips pembelajaran efektif yang akan kita bahas kali ini bertujuan supaya guru lebih mudah dalam mengaplikasikan pembelajaran aktif dan kreatif, namun semua itu tidak lepas dari kesungguhan dan semangat dalam mengabdikan diri, dan terus menerus mau berusaha untuk memperbaiki kesalahan demi tercapainya cita-cita yang lebih baik.

Janganlah sampai guru mengalami kegagalan atau gagap dikarnakan banyaknya perubahan revolusi pengetahuan dan teknologi. Hal-hal baru harus lah terus diserap serta dikembangkan.

Dengan begitu guru akan mampu menjadi sosok yang dibanggakan siswa-siswanya serta bisa menjadi sumber inspirasi serta motivasi bagi para siswa dalam meraih prestasi di panggung dunia.
Tujuh tips pembelajaran efektif ini akan membantu guru untuk menemukan gaya mengajar yang dapat menggugah semangat serta membangkitkan prestasi siswa.

Namun tips-tips ini tidak akan bisa membantu apapun jikalau guru berlaku pasif dalam mengembangkan pengetahuan dan teknologi. Mentalitas yang dinamis, progresif, dan produktif akan berkembang dengan pesat melalui tujuh tips dibawah ini.

Saat ini lah saatnya guru membuktikan pada dunia bahwasannya mereka bisa mengubah dunia dengan melahirkan anak-anak didik yang berkualitas sehingga mampu mengukur prestasi yang spectakuler di dunia.

Tips Pembelajaran

Memprioritaskan Pelatihan Guru

Ujung tombak pembelajaran aktif dan kreatif ini adalah guru, karena di tangan gurulah terletak efektif dan tidaknya bembelajaran yang dimaksud. Sebab itu inti dari program ini adalah mengadakan pelatihan guru secara intensif dan ekstensif.

Pelatihan guru yang kita maksud ini lebih baik mendatangkan trainer yang mumpuni dalam bidangnya yaitu tips pembelajaran aktif dan kreatif sehingga bisa menuai hasil yang memuaskan baik secara teori maupun praktek.
Pelatihan yang kita pelajari inii membutuhkan perencanaan yang cukup matang, agar tidak mengganggu proses mengajar harian. Cara yang biasa kita gunakan yaitu bertahap, misal dalam sekali pelatihan ada beberapa guru yang mengikuti dan begitu seterusnya sampai semua guru mau mengikutinya.

Sebelum memulai pelatihan sebaiknya guru sudah dibekali dengan refrensi yang ada kaitannya dengan pembelajaran aktif dan kreatif. Sehingga pelatihan hanya untuk mendalami materi-materi dan pematangan diri dengan caara praktik langsung.

Selain iti guru juga harus bisa membekali dirinya dengan banyak membaca buku-buku yang berkaitan dengan pembelajaran aktif dan kreatif guna menambah wawasan dan cakrawala pemikirannay, sehingga siswa menjadi mantab karena bisa mendapatkan ilmu darinya dan kepercayaan guru itu sendiri pun akan meningkat.

Optimalisasi Microteaching

Hal ini akan menjadi trobosan progresif dalam pengajaran. Microteaching sering dijadikan sarana untuk mengukur kemampuan mengajar calon guru, senhingga bisa bermanfaan untuk mematangkan kemampuan guru.
Microteaching ini bisa dijadikan laboratorium pengajaran yang efektif sebagai sarana mengasah profesionalitas guru dalam memerapkan pembelajaran aktif dan kreatif.

Didalam microteaching ini tiap guru memiliki peluang yang sama untuk mendemonstrasikan kemampuan mengajarnya ala pembelajaran aktif dan kreatif, kemudian akan dinilan dan dievaluasi, sehingga kepala sekolah dapat mengetahui siapa saja guru yang sudah bisa memahami dan mempraktikkan pembelajaran aktif dan kreatif.

Guru yang sudah sempurna tinggal ditingkatkan kemampuannya, sedangkan guru yang belum mumpuni diberdayakan terus menerus sampai mereka menguasai pembelajari ini.

Dalam realisasinya microteaching akan lebih efektif jika ada narasumber misal dosen, yang akan mengevaluasi proses pembelajaran yang disampaikan.
Dalam pelatihan sertifikasi guru ada waktu khusus mengaplikasikan pembelajaran ini.

Mencoba Teamteaching

Merupakan sebuah sistem mengajar yang diasuh oleh bebrapa guru.
Dalam konteksnya pembelajaran aktif dan kreatif, teamteaching bisa diaplikasikan untuk mengevaluasi secara langsung kelemahan dan kelebihan pengajaran masing-masing.

Bagi guru teamteaching ini membutuhkan mental juga kapasitas ilmu yang matang, karena saat mengajar ia tidak hanya ditemani oleh sisw tetapi juga guru. Halini bisa jadi dampak positif untuk guru tersebut sehingga dapat tergugah untuk membaca dulu sebelum mengajar.

Menerapkan Moving Class

Ini merupakan suatu pembelajaran dimana siswa harus bepindah-pindah kelas sesuai mata pelajaran yang akan diajarkan.

Sistem seperti ini tentunya membutuhkan dana yang tidak sedikit karena harus menyediakan sarana untuk praktik.
Keterbatasan anggaran memang harus dicarikan trobosan dinamis, namun hal ini janganlah sampai mengendorkan semangat dan idealisme untuk memajukan pendidikan.

Meski dengan cara yang sederhana, hal ini bisa dipraktikkan dengan cara bertahap. Tidak harus menunggu fasilitas memenuhi karena hal itu bisa membutuhkan waktu yang cukup lama.

Berlatih Membuat Ice Breaker

Belajar identik dengan hal yang membosankan dan mengerutkan dahi, jadi para siswa tidak mau terlalu lama untuk belajar. Guru harus bisa membuat solusinya yaitu ice breaker (memecah kebekuan) supaya suasana menjadi enjoy, humoris dan tidak tegang.

Keahlian seperti ini diperlukan oleh guru agar ada kedekatan emosional antara guru dengan siswa, dengan ice breaker mereka menjadi segar kembali dan bersemangat untuk melanjutkan pelajaran.

Dalam konteks ini guru bisa belajar sendiri kepada orang-orang yang memiliki kemampuan dibidang ini, misal seorang pendakwah yang biasanya memiliki cerita-cerita humoris namun mendidik.

Membuat Diktat Praktis

Hal ini masih bisa dikatakan elite di negeri, namun itulah yang seharusnya.
Adanya majalah yang memberikan kolom khusus guru untuk menulis dapat mendorongnya untuk berlatih menulis secara profesional.

Menulis merupakan profesi yang membutuhkan ketekunan, bersungguh-sungguh dan kreatifitas yang tinggi yang dilalui dengan proses waktu yang cukup panjang.

Sedikit Bicara Banyak Diamnya

Disini kita harus membedakan karena sifatnya berlawanan. Guru yang baik adalah guru yang sedikit bicara banyak diamnya, sedangkan bagi siswa adalah banyak bicara sedikit diamnya di dalam tips pembelajaran.

Guru harus berusaha menahan diri untuk tidak banyak bicara, berilah kesempatan kepada sisa untuk mengekspresikan gagasannya dan pemikirannya secara leluasa karena hal ini akan mempercepat proses pembelajaran siswa, sehingga mereka semakin semangat lagi untuk banyak membaca, memahami, menganalisa, dan mengikuti perkembangan pengetahuan dan informasi kontemporer.

Apabila seorang guru sudah mampu menggali potensi anak didik, maka ia akan mendapatkan kepuasan batin da soal materi pasti akan mengikutinya.

Guru memiliki tanggung jawab besar dalam menyadarkan siswa untuk menggali srta mengembangkan potensi terbesarnya, sehingga bisa terlahir dari dunia pendidikan orang-orang besar dalam sejarah peeradaban dunia yang telah mewariskan mutiara pengetahuan bagi generasi selajutnya.

Sedikit bica banyak diam bukan berarti mematikann kreativitas guru, tetapi menjadi strategi efektif supaya siswa berani berbicara, berdebat dan mempertaajam analisanya, sehingga mereka mampu merasakan iklim akademis yang kondusif bagi pengembangan intelektualitasnya.

Dalam tips pembelajaran Guru hanya mengawasi dan baru akan turun tangan ketika terjadi silang pendapat yang bisa mengakibatkan terjadinya pertengkaran fisik sehingga diskusi bisa tetap berjalan dengan efektif.

Di akhir pelajaran guru memberikan catatan dan kesimpulan serta tambahan informasi yang menggugah dan menyadarkan siswa bahwasannya pengetahuan mereka masih sedikit dari lautan pengetahuan yang disediakan Tuhan semesta alam.,

Sehingga mereka tidak merasa pintar dan sukses, masih cukup banyak pengetahuan yang belum mereka kuasai dan kembangkan.

Di akhir penyajian materi, guru juga harus memompa semangat belajar siswa agar terus mau berusaha memburu mutiara ilmu pengetahuan yang tiada bertepi di sepanjang hayat.

Add Comment